Beranda Banten Tanggulangi Terjadinya Longsor TPAS Cilowong Butuh Penanganan Serius

Tanggulangi Terjadinya Longsor TPAS Cilowong Butuh Penanganan Serius

75
0
BERBAGI

Kota Serang-Banten, Warta Reformasi- Tempat pembuangan akhir sampah(TPAS) Cilowong butuh penanganan serius oleh pemkot Serang maupun  pemerintah provinsi Banten, hal itu guna mencegah terjadinya bencana longsor, sebut Kepala UPTD DLH Kota Serang Sariman S Sos melaui Kasubag umum H Mualimin di Ruang kerjanya, Selasa (10/9/2019).

Kondisi TPAS Cilowong sangat prihatinkan dan letaknya pun tidak jauh dari rumah penduduk di desa Cilowong kecematan Taktakan yang mana masih belum di rehabilitas oleh pemerintah provinsi banten, “Usia dari TPAS Cilowong sudah berusia sekitar 40 tahuan lebih, sementara penanganan pengelolaan sampah saat ini masih belum signifikan,” kata Mualimin.

TPAS Cilowong menampung tiga daerah Provinsi, kabupaten Serang, dan Kota Serang,” namun pemerintah provinsi belum serius dalam penanganan dan pengelolaannya¬† jika ini tidak segera ditanggulangi akan terjadi kembali longsor seperti terjadi pada bulan 1 Januari 2019 lalu hingga menelan korban jiwa,”paparnya.

Persoalan sampah ini memang bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.”Ke depan Cilowong tidak akan menjadi tempat pembuangan sampah akhir semata, tetapi akan menjadi sebuah daerah wisata edukasi pengelolaan sampah menjadi rupiah,” ujarnya.

Lanjut Mualimin bahwa Kota Serang merupakan jantungnya ibu kota provinsi Banten, namun TPAS Cilowong pengelolaan sampahnya masih belum tertata rapi terkesan semberaut seperti saat,”ujarnya.

Mulai dari sarana dan prasarananya dan sistim pengelolaan sampah nya mulai dari persediaan sampah penangan air Lindi atau ipal nya, akses jalan di sekitar area TPAS dan penambahan alat berat,”harapnya.

TPA Cilowong butuh segera di renovasi atau di tangani secara serius agar, “Ke depan Cilowong tidak akan menjadi tempat pembuangan sampah akhir semata, tetapi akan menjadi sebuah daerah wisata edukasi pengelolaan sampah, dan menuju TPAS berbasis ramah lingkungan,”tutupnya.**@Inan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here