Beranda Banten Anggota Komisi III DPRD Banten Reses Ke Perum Taman Cikande Jayanti Tampung...

Anggota Komisi III DPRD Banten Reses Ke Perum Taman Cikande Jayanti Tampung Aspirasi Prioritas Pencegahan Banjir

125
0
BERBAGI

Kabupaten Tangerang, Warta Reformasi –  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi III Provinsi Banten, Martua Nainggolan, S.I.Kom, dua hari ini, kunjungi Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tanggerang dalam rangka reses.

“Pada kesempatan kali ini beliau menerima aspirasi masyarakat Desa Cikande agar diprioritaskan terkait banjir tahunan di perumahan tersebut, dan masyarakat Perum Taman Cikande, desa Cikande sudah satu suara, meminta kepadanya untuk pencegahan banjir, agar diprioritaskan untuk sidang 2020-2021 yang akan datang. Selain warga, RT dan RW, juga dihadiri beberapa organisasi masyarakat ( ormas ) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kamis (4/3/2021) malam.

Martua Nainggolan S.I.Kom., selalu dewan DPRD Provinsi Banten didepan awak media mengatakan permintaan masyarakat Taman Cikande Desa Cikande akan diprioritaskan.

“Aspirasi ini akan kami terima dan akan kami sampaikan disidang yang akan datang, karena masyarakat sudah satu suara agar perumahannya, jika dimusim penghujan tidak mau terkena luapan air sungai Cidurian, maka dari itu masyarakat meminta untuk pencegahan banjir diprioritaskan,” ucapnya di Balai Taman Cikande, Kamis (4/3/2021) malam.

Sambung Martua Nainggolan, S.I.Kom yang juga politisi Partai Hanura ini, bahwa dirinya hanya pekerja sebagai pendengar, penyalur lidah masyarakat, dan pada kesempatan kali ini akan menyampaikan aspirasi warga serta memberikan bukti-bukti keluhan dipersidangan nanti.

“Kami akan memberikan bukti berupa suara rekaman video keluhan masyarakat serta tandatangan sebanyak-banyaknya untuk ditunjukan didepan sidang yang akan datang nanti agar keluhan warga terkait banjir di perum Taman Cikande dapat diterima,” tuturnya.

Lanjutnya, masyarakat Taman Cikande Desa Cikande telah ikut serta aspirasinya dengan cara mengumpulkan foto copy KTP untuk diserahkan sebagai bukti juga.

“Masyarakat Taman Cikande sudah berupaya mengumpulkan KTP sebanyak mungkin, bahkan akan berjuang sampai sebanyak 4000 jiwa yang akan dikumpulkan untuk memberikan bukti bahwa warga disini benar-benar ingin terbebaskan dari banjir tahunan akibat luapan air sungai Cidurian,” terangnya.

Lanjut Politisi Partai Hanura ini, untuk hasil Reses malam ini dengan masyarakat Perum Taman Cikande dapat bermakna dan bertujuan, warga Taman Cikande sanggup mendukung bersama-sama petisi untuk pemerintah dan saya sendiri ikut serta dalam petisi ini, maka dari itu tujuan ini, sangat baik dan bermakna untuk kepentingan bersama dengan yang diusulkannya, bahwa masyarakat meminta diprioritaskan adanya sebuah penanggulan air sungai Cidurian,” papar Martua.

Sementara itu, Ketua umum (DPP) LSM Pusaka Sakti Bersatu, Kasno Gustoyo A.H. juga ikut menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya dan warga perumahan taman Cikande sudah lelah dengan banjir tahunan ini.

“Kami sudah kenyang yang namanya banjir, dan kami juga sudah kenyang dengan bantuan sosial yang diberikan pemerintah, kami dan masyarakat disini menginginkan, bagaimana perumahan kami ini agar tidak terkena dampak akibat luapan air sungai Cidurian, maka dari itu adanya Dewan ketempat perumahan Taman Cikande, kami meminta kepada beliau agar aspirasi masyarakat ini, untuk penanggulan Sungai Cidurian lebih diprioritaskan,” harap Kasno.

Lanjut, Kasno mewakili masyarakat perumahan Taman Cikande berharap Pemerintah Provinsi Banten segera membuat tanggul di bibir sungai Cidurian.

“Jika pemerintah tidak sesegera mungkin membuat penanggulan, besar kemungkinan untuk tahun depan, masyarakat Taman Cikande pasti terkena banjir kembali, kemana lagi kami harus mengadu,” terang Kasno.

Masyarakat Taman Cikande berterima kasih kepada Martua Nainggolan selaku Dewan DPRD Provinsi Banten, yang sudah menyempatkan waktunya berkunjung.

“Dengan datangnya Dewan ketempat kami ini, masyarakat jadi bisa mengeluarkan unek-uneknya selama ini, dan dewan pun dapat langsung mendengar keluh kesah masyarakatnya yang mana jika banjir datang betapa sedih dan malangnya kami ini, material seperti kulkas harus beli yang baru tiap tahunnya, beberapa perabotan menjadi pada rusak dan tidak layak pakai,” terang Kasno.**@Khondoy/Romi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here