Beranda Banten Terkait Persoalan Dana BOP Dua Lembaga PAUD Tidak dicairkan, Ketua Pengurus HIMPAUDI...

Terkait Persoalan Dana BOP Dua Lembaga PAUD Tidak dicairkan, Ketua Pengurus HIMPAUDI Mancak Angkat Bicara

154
0
BERBAGI

Serang – Banten, Warta Reformasi – Terkait persoalan Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), PAUD Bani Insani dan PAUD Al-Firdaus yang berdomisili di kecamatan Mancak Kabupaten Serang Provinsi Banten tidak kunjung dicairkan, Ketua pengurus HIMPAUDI Kacamatan Mancak angkat bicara.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Mancak, Neneng Sulastri, S.Pd merasa prihatin diwilayah ini ada 2 (dua) Lembaga PAUD yang dana BOPnya Tidak Bisa dicairkan tanpa alasan yang jelas,” katanya Kepada awak media Warta Reformasi, Selasa (25/8/2020).

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang

Selaku pengurus HIMPAUDI Kecamatan Mancak, Neneng Sulastri, S.Pd berharap persoalan ini ada solusi karena bagaimana dapat berjalan semestinya kegiatan lembaga pendidikan seperti PAUD kalau dana BOP tidak dicairkan, dan pihaknya berharap semoga dana BOP PAUD Bani Insani dan PAUD Al-Firdaus dapat dicairkan,” ujarnya.

Lanjut, Neneng Sulastri, S.Pd menanggapi persoalan yang dialami oleh dua Lembaga PAUD yang dana BOPnya tidak dicairkan itu. “ia merasa heran, kok bisa begitu ya??. Karena sesuai mekanisme pengusulan dana BOP yaitu lembaga PAUD harus: singkron dapodik, pengusulan berkas BOP, dan membuat RKS. Lalu diusulkan kepenilik untuk diverifikasi memastikan kebenaran RKS lembaga tersebut setelah dinyatakan terverifikasi oleh tim dinas baru penandatanganan MoU sehingga dana dapat dicairkan ke rekening lembaga mading – masing,” papar Neneng.

Neneng Sulastri, S.Pd (Ketua Pengurus HIMPAUDI Kecamatan Mancak)

Lebih lanjut, Neneng Sulastri menyayangkan persoalan yang dialami Lembaga PAUD Bani Insani dan Al-Firdaus, menurutnya dua lembaga ini sudah melakukan mekanisme itu dan bahkan sudah melakukan penandatanganan MoU untuk pencairan, tapi yang terjadi sebaliknya,” tutupnya.

Ditempat terpisah dikatakan Kepala Sekolah PAUD Bani Insani, Samsudin sangat menyesalkan ketika BOP sekolahnya tidak dicairkan karena sudah penandatangan MoU, jikalau BOP tidak bisa dicairkan apa penyebabnya?. “Data Dapodik sudah kita serahkan kedinas pendidikan Kabupaten Serang, jika memang ada kesalahan ataupun kekurangan pemberkasan mestinya pihak dinas sampaikan kepihaknya,” keluh Samsudin.

Menurutnya, dana BOP itu sangat membantu kelancaran operasional keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di PAUDnya, karena kalau tidak dicairkan ini dapat menghambat kelancaran KBM, apalagi tidak cairnya dana BOP PAUD Bani Insani tanpa alasan jelas dari dinas pendidikan,” ujar Samsudin.

Senada juga disampaikan Kepala Sekolah PAUD Al-firdaus, Sawati melalui gurunya Titin perna di pinta untuk datang ke dinas oleh Kasi PAUD Disdik Kabupaten Serang, Janjusi, S.Pd untuk mendapat informasi terkait tidak cairnya BOP PAUD tersebut, namun titin dengan mimik kecewa menirukan perkataan Janjusi. “saya minta maaf atas ketidak cairan BOP lembaga PAUD ibu, Lalu setelah mendapatkan kabar seperti itu dengan rasa penuh kecewa Titin pun bergegas pulang,” papar Titin.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Dr. H.Asep Nugrahajaya, M.Pd. MM., melalui Kasi PAUD, Janjusi, S.Pd memaparkan bahwa yang tidak dicairkan BOP nya Paud Bani Insani dan Paud Al-Firdaus itu karena tidak di verifikasi “Dalam pencairan BOP ada tahapan-tahapan, mulai dari menyusun proposal kemudian dilakukan verifikasi oleh pihak kecamatan. Verifikasi itu untuk memastikan dengan ajuan uang yang akan diterima,”saat di temui di ruangan kerjanya, Senin (10/8/2020) lalu.

Kasi PAUD Disdikbud Kabupaten Serang, Janjusi, S.Pd., menjelaskan Per 31 Maret 2020, sudah tarik dapodik, dan mulai bekerja dan proposal, Alhamdullillah data sudah masuk sampai akhir April 2020 kita maklum karena sedikit terkendala masa pandemi covid-19. “Selajutnya saya perintahkan para penilik untuk melakukan verifikasi kesetiap PAUD dengan berbagai tehnik yang dilakukan para penilik agar rampung,” paparnya.

Dijelaskannya, awalnya terdapat 4 (Empat) lembaga yang belum di verifikasi tidak hadir saat diundang oleh Penilik untuk hadir di UPT, bahkan berkali-kali diingatkan oleh rekan-rekannya, tetapi tidak datang juga sampai ada bahasa,”Mending Nggak usah Cairlah. ” Adapun masalah personal kita tidak ikut campur kenapa sampai tidak hadir,” sebagai orang tua dibagian PAUD yaitu sebagai Kasi PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Serang, keempat Lembaga PAUD diberi kesempatan 1 (Satu) Minggu untuk melakukan verifikasi, dan akhirnya hanya dua PAUD yang terverifikasi, namun PAUD Bani Insani dan Al-Firdaus tetap tidak hadir dalam verifikasi,” jelas Janjusi.

Selanjutnya, Saya laporkan ke Kadis bahwa PAUD Bani Insani dan PAUD Al-Firdaus belum di verifikasi dan Kadis memerintahkan saya untuk turun langsung kebawah, ternyata LPJ nya ada tetapi tidak dilaporkan, secara juknisnya tidak bisa, tetapi Saya coba menunggu di Mushollah sampai sore menjelang magrib tidak ada yang datang menemui untuk diverifikasi dan jika ada saja salah satu perwakilan atau dari guru PAUD tersebut nemui saya mungkin BOP kedua PAUD itu bisa dicairkan,” terangnya.

Lanjut Janjusi, memang benar kedua PAUD tersebut sudah menandatangani MoU untuk pencairan dana BOPnya, namun karena tidak mengikuti verifikasi sehingga belum bisa dicairkan dan uang tersebut akan dikembalikan ke KAS Negara,” tutupnya.**@Sainan/Sanwani (Rangga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here