Beranda DKI Jakarta Anggota Polsek Sunda Kelapa Melakukan Simulasi Pemadaman Api

Anggota Polsek Sunda Kelapa Melakukan Simulasi Pemadaman Api

63
0
BERBAGI

 

Jakarta Utara, Warta Reformasi – Untuk mengetahui cara pemadaman kebakaran, anggota Polsek Sunda Kelapa melakukan simulasi pemadaman Api yang mendatangi instruktur dari tim Damkar IPC Pelabuhan Tanjung Priok dan kendaraan beserta alat pemadam bermacam jenis Avar. “Simulasi yang di gelar di depan halaman Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kamis (27/8/2020).

 

Kapolsek Sunda Kelapa, AKP. Slamet Rianto mengatakan melihat musibah kebakaran akhir – akhir ini sering terjadi di wilayah DKI Jakarta, baik dipemukiman penduduk, Perusahan industri dan instansi. Baru saja yang kita mendengarnya dari musibah kebakaran yang di alami gedung Kejaksaan Agung Jakarta Selatan yang hampir sebagian gedung utama di lahap si jago merah,” katanya.

 

 

Kapolsek Sunda Kelapa, AKP. Slamet Rianto menjelaskan dari kegiatan tersebut.” ucapan terima kasih pada tim Damkar IPC Pelabuhan Tanjung Priok dan IPC Pelabuhan Kawasan Sunda Kelapa, yang telah mengenali dan memberikan simulasi peragaan bagaimana untuk pemadaman api dan alat fungsi avar kepada anggota kami,” jelasnya.

Lanjut, kagiatan ini merupakan untuk mengatasi cegah musibah kebakaran yang ada di wilayah Sunda Kelapa, begitu juga kegiatan ini bisa memberikan kita ilmu baik secara teori dan praktek di lapangan jika ada hal kebakaran yang kita tidak inginkan.” ungkap AKP. Slamet Rianto.

Menurut Kapolsek, Kegiatan yang melibatkan hampir semua anggota yang ikut simulasi, mulai dari Kanit dan anggota di ikuti dengan semangat dan keseriusan. “Satu persatu anggota ikut simulasi cara pemadaman, mulai Kapolsek, Kanit dan anggota mengikuti cara pemadaman api dengan media bahan yang mudah terbakar, mulai dari minyak, gas, dan kayu,” papar Slamet Rianto.

Ditempat yang sama, Hekta salah seorang anggota Damkar dari IPC Pelabuhn Tanjung Priok, menjelaskan, tiga cara untuk menghentikan api yang pertama isolasi, yaitu isolasi tunggu penutup oksigennya untuk mengurangi itu. “kedua mengacak-acak bahan bakarnya untuk tidak menjadi bahan api menyala dan ketiga di pecahkan bahan kimianya dengan air,” jelasnya.**@(Oz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here