Beranda Lampung Diduga Pembangunan Jalan Onderlagh Dikerjakan Asal-asalan, Ketua DPRD Minta Bongkar Ulang

Diduga Pembangunan Jalan Onderlagh Dikerjakan Asal-asalan, Ketua DPRD Minta Bongkar Ulang

37
0
BERBAGI

LAMPUNG TENGAH, Warta Reformasi– Ketua DPRD Lampung Tengah (Lamteng) Sumarsono beserta jajarannya, mengecek langsung pembangunan jalan onderlagh di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Rabu (4/9/2019). Hasilnya, pekerjaan jalan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan, minta di bongkar ulang.

“Kami kecewa dengan pekerjaan onderlagh yang terkesan diduga asal jadi. Kita akan rekomendasikan pembongkaran ulang. Kita minta pemasangan batu diperbaiki agar tidak jarang-jarang. Kemudian onderlagh disiram dengan pasir bukan dengan tanah”, tegas politisi PDI Perjuangan Lamteng ini.

Sebelumnya. Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait adanya pembangunan jalan onderagh yang diduga asal-asalan di Kampung Muji Rahayu Kecamatan Seputih Agung, Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono akan melakukan pengecekan kelapangan.
“Dalam waktu dekat kita akan cek kelapangan. Siapa saja yang terlibat akan kita panggil semua. Jika memang cukup bukti akan kita rekomendasikan untuk di tindak secara hukum,’’ tegas politisi PDI Perjuangan Lampung Tengah ini.

Dalam telaahnya, Sumarsono merasa miris dan memprihatinkan dari laporan masyarakat tersebut. Karena sejatinya Anggaran Dana Desa (ADD/DD) tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Anggaran pemerintah ini juga bisa di manfaatkan untuk kegiatan ekonomi kerakyatan, dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Lanjutnya, jika pekerjaan ADD/DD di lakukan masyarakat sendiri, tentu mutu pengerjaannya akan lebih bagus dan lebih hemat, bahkan akan ada penambahan volume pengerjaan dari masyarakat. Namun bila dikerjakan orang lain dan bukan warga sekitar, yang ada hanya menghabiskan uang Anggaran itu sendiri, karena akan ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi.

’’Kalau yang mengerjakan masyarakat kampung itu sendiri, otomatis mutu pekerjaannya akan maksimal. Dan upahnya akan lebih murah, karena masyarakat akan menghidupkan budaya gotong royong. Tapi langkah ini tidak terjadi. Saya lihat pembangunan itu hanya sebagai proyek yang menghabiskan uang ADD/DD, untuk mencari keuntungan pribadi’’, ungkapnya.**@Suparudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here