Beranda Mau Tau Gelar Gathering, PLN S2JB Kenalkan PLTA Bengkulu dan Ajak Awak Media Arungi...

Gelar Gathering, PLN S2JB Kenalkan PLTA Bengkulu dan Ajak Awak Media Arungi Arus Sepanjang 14 KM

171
0
BERBAGI

Palembang, Warta Reformasi-PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah S2JB gelar Media Gathering bersama awak media yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel). Awak Media di ajak melihat proses Pembangkitan Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi di Provinsi Bengkulu serta mengarungi derasnya arus Sungai ketahun sepanjang 14 Kilo Meter (KM) di Kabupaten Lebong, mulai dari tanggal 17 – 19 Desember 2018.

Menurut Yuliandra selaku General Manager PLN UPDK Bengkulu, mengatakan, UPDK mengendalikan dua unit yakni PLTA Musi merupakan PLTA terbesar yang dimiliki PLN di pulau Sumatera dengan kapasitas 3×70 MW dan PLTS tertua didirikan tahun 1923.

“Disini tugas kami sebagai pengelola pembangkitan. Jadi, ibarat rumah tangga di dapur menghasilkan listrik yang nantinya listrik itu akan dialirkan dan nanti akan di di situ di dijual oleh teman-teman area,” kata Yuliandra.

Lebih lanjut, Yuliandra menjelaskan, selain terbesar PLTA Musi ini juga adalah salah satu unit objek vital nasional.

“PLTA ini salah satu urat nadi sistem penopang sistem kelistrikan yang ada di Sumatera bagian selatan ataupun Sumatera pada umumnya karena sistem kelistrikan di Sumatera itu sudah interkoneksi mulai dari Aceh sampai dengan lampung,” jelasnya.

Bahkan Ia menambahkan, PLTA Musi merupakan bendungan type Run Of River dengan gedung pembangkit (Power house) yang berada 400 meter dibawah tanah.

” PLTA Musi memanfaatkan aliran sungai Musi disebelah hulu dan pembuangan akhir ke aliran sungai Simpang Aur disebelah hilir. Dengan daya sebesar itu, PLTA Musi dapat mensuplay kebutuhan listrik di Bengkulu, Sumsel dan Lampung. Untuk wilayah Bengkulu listrik kita sangat aman, bahkan kita bisa mensuplai provinsi lain seperti Sumsel dan Lampung,” ujarnya.

Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh Senior Manager SDM dan Umum PLN UI Wilayah S2JB, Fery Bawan, Bahwa PLTA Musi adalah pembangkit pertama dan terbesar di Sumatera.

“Ya memang benar PLTA ini produksinya lisntriknya terbesar di Sumatera,” ucapnya.

“kendala di lapangan adalah teman-teman bekerja 400 meter dibawah tanah. Potensi kalau terjadi gempa dan banjir, taruhannya nyawa,” sambungnya.

Mengenai tarif listrik, Feri menuturkan, sudah hampir tiga tahun terakhir tarif tidak naik. Tarif listrik di Indonesia paling murah se Asean. “Sampai dengan tahun 2019 tarif listrik tidak akan naik,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, peserta media gathering yang di dampingi oleh tim dari UPDK berkesempatan  untuk melihat dari dekat PLTA terbesar pertama disumatera. Diantaranya DAM penampungan debit air ,ruangan fungsi control Intake Dam PLTA Musi,Terowongan bawah tanah dengan kedalam 400 meter dan bermain rafting di sungai ketahun.

Ia juga berharap dengab adanya Media Gathering ini, para awak media dapat mmberikan i formasi yang benar kepada masyarakat. “Dengan ini masyarakat dapat dngan mudah mencari berita di media hingga masyarakat bisa tahu mana berita yg hoax dengan yang benar,” tutupnya.**@AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here