Beranda Bangka Belitung Molen Bersama Moeldoko Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah

Molen Bersama Moeldoko Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah

164
0
BERBAGI

Kota Pangkalpinang, Wartareformasi.com – Wali Kota Pangkalpinang, Dr. H. Maulan Aklil atau yang akrab disapa Molen letakkan batu pertama bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn). Moeldoko meletakkan batu pertama Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah pertanda akan segera dimulainya pembangunan, di lokasi lahan pembangunan Masjid Agung Kubah Timah samping Gereja GPIB Alun-Alun Taman Merdeka, Jumat (16/9/2022).

Orang nomor satu di Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia ini, Jendral TNI (Purn). Moeldoko kagum atas hadirnya Masjid Agung Kubah Timah yang pertama di dunia dan dianggapnya sebagai simbol peradaban manusia untuk semakin maju menatap masa depan.

Menurutnya, menentukan nama Masjid Agung Kubah Timah pasti melalui proses dan musyawarah yang panjang. Ia teringat kehidupan masa kecilnya yang tinggal disurau, ia yakin bahwa tempat ibadah merupakan tempat yang berkontribusi membentuk karakter seseorang.

“Saya lahir dari desa yang sangat jauh, kecil di Kediri, waktu kecil hidup di surau atau langgar. Disitu lah saya hidup, tidur disitu, shalat disitu, kalo malam pencak silat, habis shalat subuh ditarik ayah saya kesawah. Disitu saya yakin, masjid, surau, gereja, klenteng dan tempat ibadah yang lain adalah tempat yang berkontribusi membentuk karakter,” ungkap Moeldoko.

Dikatakannya, Ini memang bagaimana kita membangun sebuah peradaban tanpa membedakan siapa dia. Ini pesan yang luar biasa, hanya manusia-manusia besar yang memiliki pandangan untuk bangsanya seperti ini.

“Saya salut dengan masyarakat Pangkalpinang dibawah kepemimpinan Molen, ini bukan hanya untuk Indonesia, tapi mata dunia akan melihat ini,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil sampaikan bahwa, peletakan batu pertama merupakan bukti nyata warga Pangkalpinang sangat merindukan kehadiran Masjid Agung yang memiliki kubah timah.

“Gagasan tersebut adalah hasil diskusi bersama alim ulama hingga tokoh-tokoh lainnya lintas agama. Ini berawal dari di Pangkalpinang belum ada Masjid Agung, yang namanya kabupaten atau kota tentu harus memiliki Masjid Agung. Posisinya ditengah kota, tepat disamping Gereja, diarah sana juga ada Klenteng, memberi pesan kerukunan ummat beragama di Kota Pangkalpinang,” ungkapnya.

Disampaikannya, Dengan hadirnya Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (Jendral TNI (Purn). Moeldoko, Maulan Aklil semakin memberi semangat untuk mendirikan Masjid Agung tersebut. Ia tak menyangka, peletakan batu pertama dilakukan oleh Moeldoko sebagai salah satu tokoh nasional. Dengan marwah masjid tadi, saya punya keyakinan, kita pasti bisa.

“Kedatangan Moeldoko menjadi semangat kami, hati pak Moeldoko selembut salju, siapa sangka beliau datang kesini mendapat amanah dari kita meletakkan batu pertama. Kami pengen punya legacy, ini akan menjadi kenang-kenangan kita didunia dan akhirat,” ucapnya.

Sebagai pemimpin di Kota Beribu Senyuman, Maulan Aklil mengajak semua pihak untuk bahu membahu mensukseskan pendirian Masjid Agung Kubah Timah. Dengan adanya masjid tersebut kota Pangkalpinang yang kurang dikenal banyak orang akan menjadi terkenal. Baginya, Masjid Agung Kubah Timah menjadi marwah bagi provinsi yang berjuluk Bumi Serumpun Sebalai.

“Saya ini bukan siapa-siapa, bukan anak kiyai, anak raja jauh, bukan anak orang kaya, tapi ingin memberikan yang terbaik. Belum sah ke Pangkalpinang kalo belum beribadah dan foto-foto disini,” ungkapnya.

Mie Go, S.T, M.Si selaku Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang dan Ketua Panitia pembangunan Masjid Agung Kubah Timah, dalam kata sambutannya mengatakan, Masjid Agung Kubah Timah berawal dari filosofi tudung saji yang memberi makna bahwa Kepulauan Bangka Belitung milik bersama. Sedangkan timah adalah simbol kekayaan alam yang dimiliki Bangka Belitung.

“Masjid Agung Kubah Timah berdiri di lahan eks gudang beras dengan luas 5.852 Meter Persegi yang terdiri dari lima kubah dengan kapasitas 2.000 jamaah. Kubah pertama merupakan tempat ibadah, kubah kedua tempat wudhu dan toilet wanita, kubah ketiga tempat wudhu dan toilet pria, kubah keempat ialah PAUD dan Islamic Center, kubah kelima akan menjadi ruang serba guna.

Ada juga plaza timur, plaza barat dan parkir yang akan digunakan bersama-sama gereja, terdapat pula jembatan penyeberangan orang menghubungkan Alun-Alun Taman Merdeka,” terangnya.**@(R”77/Znl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here