Beranda Banten Pulkam Keterbatasan Biaya, Muhamad Zaki Santoso Nekat Gowes Sepeda dari Yogjakarta Ke...

Pulkam Keterbatasan Biaya, Muhamad Zaki Santoso Nekat Gowes Sepeda dari Yogjakarta Ke Bengkulu

175
0
BERBAGI

Kabupaten Serang, Warta Reformasi – Niat ingin pulang ke kampung halaman (Pulkam), Muhamad Zaki Santoso (19) remaja asal Desa Padang Sialang, Rt. 02 Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu ini, nekat pulang kampung ke Bengkulu dari Prambanan Sleman Yogjakarta dengan menggowes alias mengayuh sepeda.

Menurut Muhamad Zaki Santoso, dirinya sengaja nekat pulang kampung dari Yogjakarta menuju Bengkulu menggowes sepeda selain keterbatasan ongkos (Biaya) juga hitung-hitung cari pengalaman tersendiri,” ungkapnya saat di wawancara awak media ini di depan Indomaret Desa Parigi kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten, Selasa (19/1/2021).

Muhammad Zaki Santoso mengatakan,
sesampainya di Kabupaten Serang Provinsi Banten, saya bertemu dengan pak Maulana dan menceritakan perjalanan mulai dari DIY Yogjakarta ke Bengkulu hanya berbekal uang Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah), itupun teman saya memberi tambahan 50.000, kalau saya sendiri hanya berbekal 50.000, baju 3 stel dan jaket 1, saya tidak menggunakan map atau peta bahkan saya pernah nyasar hingga tiga kali di Purworejo, Kebumen, dan Bumi Ayu Jawa Tengah,” ucapnya.

Lanjut Zaki, perjalanannya di mulai pada Selasa malam Rabu selepas Maghrib (12/1/2021), dan saat ini saya sampai di Kabupaten Serang Provinsi Banten malam Rabu (19/1/2021) berarti saya udah hampir 7 hari dalam perjalanan. “Perjalanan saya hanya di malam hari biar tidak kepanasan, hingga dirinya pernah menemukan preman yang baik hati memberi rokok di hutan sebelum Kebumen, kalau saya ceritakan semua perjalanan ini bisa seperti novel,” tuturnya.

Zaki menjelaskan, ia di Yogjakarta merantau mengadu nasib bekerja disana situasi tidak memungkinkan akhirnya ia memutuskan untuk pulang kampung saja, dan di perjalanan di akuinya selama diperjalanan saya jarang makan, hanya istirahat sebentar dan makan cemilan wafer, Alhamdulillah ada saja orang yang baik memberi saya makan, dan jujur saja untuk sekarang ini uang saya saja tinggal Rp.15000,” katanya.

Muhamad Zaki Santoso menceritakan, ia merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara, dirinya di tinggalkan bapaknya semenjak berusia dua tahun dan saat ini ayahnya bekerja di kalimantan sebagai pengawas tambang, hingga sekarang ia tinggal bersama bundanya, bahkan dirinya tidak pernah melihat sosok seorang ayah, dirinya tahu bapaknya tinggal di Kalimantan dari saudaranya,” bebernya.

Sambung Zaki, dirinya senang karena dalam perjalanan bisa menemukan orang-orang baru dan mendapatkan pengalaman yang tidak semua orang bisa menemukan pengalaman seperti yang saya alami, namun ia mengaku bingung ketika nanti sesampainya di pelabuhan merak di karenakan tidak ada ongkos buat bayar tiket kapal,” keluhnya.

Tambah Zaki, ketika beristirahat di kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, diri bertemu dengan Pak Maulana dengan sapaan bang kuncir, saya dikasih makan, rokok dan ongkos tambahan 50.000. “Cita-citannya dari kecil ingin bersepeda lebih jauh lagi hingga ke palestina,” ungkapnya.

Sementara itu, Maulana sering disapa bang Kuncir mengatakan, saya tergugah melihat anak seusia Zaki (19) sudah berani melakukan perjalan seperti ini, yang menurutnya sangat jauh, jika tidak dibarengi dengan tekat yang bulat. “Mudah-mudahan di Pelabuhan Merak, Zaki mendapat kemudahan dalam menyebrangi kapal sesuai yang sarankan, semoga pihak intansi terkait yang ada memberikan kemudahan perjalanannya yang ingin ke Bangkulu,” harapnya.**@Khondoy (Editor: Herman Hamka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here