Beranda Banten Masyarakat Desa Kresek Gelar Aksi Menolak Pembangunan MCK di Lokasi Pemakaman

Masyarakat Desa Kresek Gelar Aksi Menolak Pembangunan MCK di Lokasi Pemakaman

301
0
BERBAGI

Kabupaten Tangerang, Warta Reformasi – Masyarakat Kampung Cideng RT.11 RW. 04 Desa Kresek Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang menggelar aksi penolakan terhadap adanya pembangunan pasilitas Mandi Cuci, Kakus (MCK) di lokasi pemakaman umum warga. “Masyarakat meminta supaya bangunan MCK tersebut jangan didirikan diatas tanah wakaf pemakaman, Sabtu (7/11/2020).

Menurut salah satu warga setempat, Ibu Apri mengatakan penolakan mastarakat terhadap berdirinya bangunan MCK ini, karena disamping MCK ini ada kuburan orang tua saya dan dibawah bangunan ini ada kuburan,” ungkapnya.

Senada yang disampaikan oleh anggota BPD Desa Kresek, Abdul mengatakan sebelumnya tidak ada musyawarah dan pemberitahuan kepada masyarakat, sehingga masyarakat menolak adanya bangunan MCK ini, dan jika diteruskan warga akan menyegelnya,” katanya.

Juga disampaikan Ketua RT. 11 Desa Kresek, Tajuddin mengatakan dibelakang bangunan MCK ini ada kuburan bibinya Ma’ruf Amin dan keluarganya,” jelas RT.

Di tempat terpisah pelaksana proyek pembangunan MCK, H. Sibro mengatakan, pihaknya hanya pelaksana, pembangunan dilokasi ini atas izin RT dan Kondisi bangunan sudah mencapai 70 persen. “Jika bangunan ini mesti dibongkar siapa tahu ada yang mengganti bangunan, mudah-mudahan bapak RT mau mengganti bangunan yang sudah hampir rampung ini sebab awalnya Ketua RT sendiri yang mengizinkan,” katanya.

“yang pasti kita tidak akan membangun jika tidak mendapatkan izin dari pemerintah setempat, sebagai pelaksana proyek bersumber APBD ini  harus tetap berjalan,” ucapnya.

“kita menunggu kondusif dulu, dan kemudian membangun kembali, karena kita bertanggung jawab. “sebelumnya sudah di survey terlebih dahulu oleh dinas perumahan, kawasan dan pemukiman (Dinas Perkim), sudah survey lokasi dan ketemu dengan ketua RT, dan tokoh Agama Ustadz, Suryadi ditunjuk untuk sebagai penanggung jawab,” bebernya.

Lanjut, H. Sibro,  kepala desa dan pemuda, serta tokoh masyarakat sudah melakukan musyawarah dan kepala desa(Kades) pun tidak mempermasalahkan, tetapi setelah kades pulang, saya ditarik pemuda, intinya ada yang tidak senang,” ucapnya.**@Romi/Oz/Khondoy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here