Beranda Mau Tau LSM Gerhana Indonesia Menilai Proyek Normalisasi Sungai Tempirai Diduga Kurang Perencanaan

LSM Gerhana Indonesia Menilai Proyek Normalisasi Sungai Tempirai Diduga Kurang Perencanaan

265
0
BERBAGI

PALI,  Warta Reformasi – Proyek Normalisasi Sungai Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, yang dikerjakan oleh PT. HARAPAN TRI GUNA mendapat sorotan dari masyarakat dan LSM. “Ketua DPK Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana Indonesia Kabupaten PALI, Herman Subiyanto menilai proyek tersebut diduga kurangnya perencanaan,” katanya, Kamis (29/10/2020).

Menurut Herman Subiyanto, proyek normalisasi Sungai Tempirai yang dikerjakan Oleh PT. HARAPAN TRI GUNA dengan nilai anggaran Rp. 9.697.076.632 bersumber dari APBD Kabupaten PALI Tahun 2020, itu diduga ada kejanggalan dan kurangnya Perencanaan. “Kenapa demikian?, karena menurut hemat kami itu sudah jelas-jelas bukan normalisasi sungai yang terjadi pembuatan sungai baru,” ungkap Herman.

Lanjutnya, kenapa kami mengatakan normalisasi sungai Tempirai kurangnya perencanaan dari instansi terkait karena bisa kita lihat sendiri pengerjaan proyek tersebut sekarang terhenti karena kondisi alam tidak mendukung dan air sudah membanjiri lokasi normalisasi sungai Tersebut. “kenapa proyek ini tidak dilaksanakan pada musim kemarau bukan pada musim penghujan saat ini..???,” Tanya Herman.

Herman menambahkan akibat diduga kurangnya perencanaan dari dinas terkait sehingga pengerjaan proyek Normalisasi Sungai Tempirai Ini terancam gagal, siapa yang dirugikan kami masyarakat Desa Tempirai, sehingga uang rakyat yang jumlahnya cukup pantastis ini dikembalikan ke KAS Negara karena normalisasi sungainya terhenti, bahkan sudah ada satu alat berat yang tidak bisa dikeluarkan dari genangan air yang ada dilokasi pengerjaan,” tegasnya.

“saya selaku mewakili masyarakat meminta ke instansi terkait untuk mengkaji ulang serta melakukan peninjauan terlebih dahulu sebelum mengalokasikan anggaran pembangunan di Bumi Serepat Serasan khususnya di Desa Tempirai, agar tidak terjadi hal yang sama seperti Proyek Normalisasi Sungai Tempirai ini,” tutup Hermanto.

Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PALI belum bisa dikonfirmasi sampai berita ini ditayangkan.**@Tim-Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here