Beranda Mau Tau BPD dan Karang Taruna Desa Persiapan Gunung Menang Timur Tuding Oknum Kades...

BPD dan Karang Taruna Desa Persiapan Gunung Menang Timur Tuding Oknum Kades Diduga Gelapkan Dana Bangub

2928
0
BERBAGI

PALI, Warta Reformasi- Dana Bantuan Gubernur Sumatera Selatan (Bangub) untuk Desa Persiapan Gunung Menang Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuai pertanyaan dan tudingan dari Ketua BDP dan Ketua Karang Taruna pasalnya oknum Kepala Desa (Kades) diduga telah menggelapkan serta tidak adanya Transparansi realisasi dana tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPD Desa Persiapan Gunung Menang Timur, Rahmad Firman S.Pd. dan Ketua Karang Taruna Desa ini, saat berbincang dengan awak media ini dikediamannya, Rabu (28/10/2020).

Menurut Rahmad,  bahwa Kades Persiapan Gunung Menang Timur, Musiwan, diduga menggelapkan dana Bangub tahun 2020, pasalnya kepala desa (Kades) tidak ada transparansi dalam pengrealisasiannya. “Dan bahkan selama (dia-red) menjabat sebagai Kepala Desa dari tahun 2015 sampai sekarang tidak pernah ada keterbukaan dengan kami selaku mitra Kepala Desa didalam merealisasikan baik itu dana desa (DD) Ataupun Alokasi dana Desa (ADD) yang diberikan oleh desa induk yaitu desa Gunung Menang untuk Desa persiapan Gunung menang Timur ini,” ungkap Rahmad.

Rahmad menambahkan, selama ini (kami-red) anggota BPD ataupun perangkat Desa tidak perna dilibatkan dalam mengelolah ataupun merealisasikan dana yang ada sesuai dengan tupoksi masing-masing, bahkan yang lebih mengkhwatirkan lagi tahun 2019 lalu Ketua Karang Taruna Desa Perispan Gunung Menang Timur mengundurkan diri dari jabatannya lantaran merasa tidak diberdayakan oleh kepala desa,” jelasnya.

“Kami selaku BPD sudah berulang kali melayangkan surat ke kepala desa minta kejelasan dan ketransparansian didalam pengrealisasian dana bantuan gubernur tersebut namun sampai saat ini tidak juga ada tanggapan dari (beliau-red) kades,” papar Rahmad.

Lanjutnya, lebih ironis lagi saat kami anggota BPD bermaksud ingin melihat lansung kerumahnya (kades-red) terkait pembelian pasilitas kantor oleh kepala Desa yang sumber dari dana bantuan Gubernur sebesar 25.000.000,- , namun sangat mengecewakan pasilitas kantor katanya dibelikan tidak kami temukan dan Kades juga tidak ada ditempat bahkan terkesan menghindar,” ungkap rahmad denga nada kecewa.

Tambah, Rahmat mengatakan selain dana untuk pembelian pasilitas kantor tersebut diduga fiktif  dan dana untuk Karang Taruna dan PKK dengan anggaran 15.000.000,- yang belum terealisasikan, hanya saja dana untuk posyandu terealisasi itupun hanya Rp.6.000.000,- dari yang seharusnya 10.000,000,- sisanya belum diberikan kades ke Posyandu.

Diakhir pembincangan dengan media ini rahmad menegaskan bahwa kami anggota BPD, beberapa unsur perangkat desa dan Karang Tauna,  pada Senin (2/11/2020) nanti akan melayangkan surat laporan ke instansi terkait terkhusus ke Inspektorat Kabupaten PALI,” Tegas Rahmad.

Senada yang di sampaikan oleh Ketua Karang Taruna Desa Persiapan Gunung Menang Timur, Marzuki. “saya selaku ketua Karang Taruna beserta anggota lainnya merasa keceewa dan minta kepada Kepala Desa untuk transparansi didalam pengrealisasian Dana Bangub sebesar Rp. 7500,000,- karena kami sudah beberapa kali mempertanyakan dana tersebut kepada Kades, namun belum juga ada kejelasan Kenapa dana tersebut belum juga direalisasikan ke kami selaku pengurus dan diduga kuat kepala desa telah melakukan indikasi KKN. “Maka kami minta kepada instansi terkait untuk dapat menindak lanjuti permasalahan ini,” harap Marzuki.

Sementara itu Kepala Desa Persiapan Gunung Menang Timur, Musiwan saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, mengatakan apapun tudingan Ketua BPD dan Karang Taruna itu tidak benar, semuanya akan kita realisasikan,” jelasnya.

Musiwan menyangkal atas tudingan Ketua BPD dan Karang Taruna, semua itu tidak benar adanya. “Ini mis komunikasi saja, diakuinya dana untuk Karang  Taruna sudah dia belanjakan sesuai dengan rencana awal pengusulan, namun memang benar belum diserahkan ke pengurus Karang Taruna,” katanya.

Terkait dirinya tidak mau menemui Ketua BPD dan Karang Taruna dengan alasan surat yang ditujukan oleh BPD kepada dirinya itu dinilai mengaudit. “Audit itu bukanlah kewenang BPD, maka saya sengaja menghindar,” ujar Musiwan.

Disinggung Dana Bangub tahun 2019, itu sudah kita realisasikan, saya tidak berani menggelapkan dana itu, seperti dibelikan untuk seragam batik dan sewah orgen perayaan HUT RI tahun 2019,” tutupnya.**@Tim-Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here