Beranda Banten Upaya Perizinan Sumur Satelit, PT Frans Putra Textile Diduga Sogok Warga Gunakan...

Upaya Perizinan Sumur Satelit, PT Frans Putra Textile Diduga Sogok Warga Gunakan Paket Sembako

223
0
BERBAGI

Kabupaten Serang, Warta Reformasi – Upaya  mengambil hati warga agar mudah diberikan Izin keberadaan Sumur Satelit Pompa Air berskala besar milik PT Frans Putra Textile yang beralamat di Kampung Cibeureum, Desa Cikande, Kecamatan Cikande Kabupaten Serang, Pihak perusahaan diduga mencoba sogok sejumlah warga dengan cara memberikan bantuan paket sembako.

Namun sayang, meski dengan adanya pemberian bantuan paket sembako rupanya tak menggoyahkan pendirian warga agar serta merta memberikan ijin Sumur Satelit Pompa Air untuk kebutuhan pabrik industri tekstil dilingkungan tempat mereka, karena dinilai merugikan juga berdampak terhadap lingkungan.

“Seperti dikatakan tokoh masyarakat Kampung Cibeureum, Hasan Basri kepada awak media, Selasa (13/10/2020). Bahwa hal tersebut dianggapnya kurang etis karena bantuan yang diberikan oleh perusahaan bukan sebagai itikad baik, melainkan memiliki maksud tertentu.

“Oleh sebab itu kami beserta warga sekitar menolak bantuan sembako yang diberikan oleh PT Frans Putra Textile, yang awalnya menurut pihak perusahaan yaitu pak Fery bahwa bantuan ini adalah bentuk CSR dari perusahaan,” katanya.

Menurutnya bahwa, indikasi – indikasi terlihat dimana saat warga penerima bantuan itu kemudian diharuskan membuat surat persetujuan tidak berkeberatan serta Izin satelit pompa air,” ungkap Hasan Basri.

“Lanjut Hasan Basri, ditambah lagi warga harus menyerahkan poto copy KTP dan Kartu Keluarga. Inilah yang menjadi ganjalan kami selaku perwakilan warga yang terkait dengan pemberian bantuan sembako dengan alasan CSR perusahaan, menilai ini upaya perusahaan jelas disengaja membodohi masyarakat kami. Lalu apa maksudnya???. bagi kami ini merupakan pembodohan,” imbuhnya.

Kendati demikian, menurut salah satu tokoh pemuda Desa Cikande, Alfian, dirinya mengatakan bahwa, pernyataan itu juga disebabkan karena tidak adanya koordinasi pihak perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Mestinya ada Koordinasi, tokoh masyarakat disini jika perlu dilibatkan sejak awal. Baik mengenai upaya perizinan maupun pembagian paket sembako. karena sembako yang akan dibagikan kepada warga yang tidak merata diberikannya, ada kesan tebang pilih hanya 30 kantong, hal ini bisa membuat kisruh maka dari itu kita mewakili warga masyarakat dan pemuda akhirnya menolak,” ujarnya.

Untuk mendapatkan kejelasannya. Hingga pemberitaan ini diterbitkan, sebelumnya awak media telah berupaya menghubungi Feri selaku perwakilan pihak perusahaan dan Muhayat selaku Humas PT Frans Putra Textile yang dimaksud namun sayang belum dapat terkonfirmasi karena sulit ditemui juga dihubungi baik melalui komunikasi sambungan telepon maupun perpesanan singkat (SMS). **@Dahyani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here