Beranda Mau Tau LSM Gerhana Indonesia Sesalkan PT. Waskita Karya Tidak Memberdayakan Pekerja Lokal

LSM Gerhana Indonesia Sesalkan PT. Waskita Karya Tidak Memberdayakan Pekerja Lokal

1013
0
BERBAGI

PALI, Warta Reformasi – Terkait dengan pemberitaan sebelumnya di media Warta Reformasi terkait enam kepala desa yang ada diwilayah kecamatan penukal Utara Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan minta pihak Waskita Karya untuk memberdayakan pekerja lokal.

“Kini mendapat sorotan dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana Indonesia Kabupaten PALI, Herman Subianto melalui Sekjennya, Dedi Suparman menyampaikan pada media ini dari hasil Investigasi dilapangan bahwa proyek pengerjaan pembuatan jalur transmisi Right Of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV, yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya diduga tidak memperkerjakan penduduk lokal (Masyarakat Pribumi,-Red), dan kita juga menemukan fakta dilapangan bahwa pekerja yang ada dilapangan semuanya orang Luar dari daerah bahkan luar Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Dedi, Selasa (13/10/2020).

Diberita sebelumnya enam Kepala Desa di Kecamatan Penukal Utara yaitu Kepala desa Tanding Marga, Desa Karang Tanding, Desa Lubuk Tampui, Desa Tempirai, Desa Tempirai Utara, dan Desa Tempirai Timur menyebutkan pihak PT.Waskita Karya diduga tidak ada koordinasi dengan pemerintah setempat sekaligus tidak memperdayakan pekerja lokal (Pribumi,-Red).

Dedi manambahkan. “Kami menyayangkan Pihak PT. Waskita Karya yang tidak memberdayakan tenaga kerja penduduk lokal sesuai dengan kemampuan mereka miliki meskipun hanya pekerja kasar. “Jika permintaan pemerintah desa setempat tidak juga di indahkan maka, kami akan melayangkan surat ke pimpinan Waskita Karya,” terang Dedi.

Tidak hanya sampai disitu Tim Investigasi Media ini langsung melakukan cek in ricek kelapangan dan sempat mewawancarai para pekerja yang ada dilokasi seperti dititik T233/T.234/T.235, yaitu Noto dan Wisno mengatakan bahwa benar untuk pekerja proyek itu tidak ada satupun warga sekitar semuanya berasal dari Provinsi Lampung dan kami berdua juga berasal dari Kota Palembang, sedangkan untuk para pekerjanya berjumlah lebih Kurang 10 orang,” beber Noto.

Sementara Itu Pihak PT. Waskita Karya, ALFI Selaku Divisi Kontruksi saat dikonfirmasi media ini melalui Via Telephone selulernya mengatakan, bahwa tekait tudingan dari Enam Kepala Desa wilayah di Kecamatan Penukal Utara, terkait PT. Waskita Karya tidak memperdayakan pekerja lokal. Ia menyangkal semua itu tidak benar dan berita tersebut perlu diluruskan, karena kami sudah memperdayakan pekerja lokal,” jelas Alfi.**@Red/Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here