Beranda Banten Usai Nonton Pertandingan Sepak Bola, Warga Girimukti Tersambar Petir

Usai Nonton Pertandingan Sepak Bola, Warga Girimukti Tersambar Petir

169
0
BERBAGI

Lebak – Banten, Warta Reformasi – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Girimukti, akibat sambaran petir yang melukai puluhan Penonton disaat warga Usai menyaksikan pertandingan Sepak Bola saat berteduh di warung, dalam rangka syukuran peringatan HUT Ke-75 RI dilapangan Sepak bola Lebak Gadog Ds. Giri mukti, Kecamatan Cilograng, Senin (17/8/2020).

Korban Sambaran Petir

Walaupun acara syukuran saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya terlebih setelah di terapknya tahapan uji coba Penerapan Peraturan Bupati Lebak NO. 28 Tahun 2020 agar aktivitas diluar tetap aman dan higienis di Era Pandemi Covid-19.

Awalnya acara tersebut tidak disetujui kepala Desa, Acep Deden Hidayat yang akrab di sapa A Ucok, tapi karena keinginan masyarakat acara syukuran tetap di gelar walau sangat sederhana dan tetap mengikuti Protokoler kesehatan.

Warga Korban di Sambar Petir

Danposmil, Pelda Edi sebelumnya juga telah menegaskan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang yang melibatkan orang banyak dan tetap mengikuti protokoler kesesehatan.

” Saya tegaskan agar setiap kegiatan disaat Pandemi Covid-19 ini harus selalu mematuhi protokoler kesehatan, dan jangan berlebihan terlebih saat ini kita sedang gencar gencarnya mensosiasikan Peraturan Bupati No. 28 Tahun 2020,″ tegasnya.

Sekira pukul 16.00 WIB usai acara aparat Keamanan dari Polsek dan Koramil Cilograng membubarkan warga yang sedang berteduh disuruh pulang. “Namun naas petir menyambar sebagian penonton yang masih berteduh saat menunggu hujan reda, yang mengakibatkan puluhan korban terjatuh.

Saat warga menduga-duga, petir menyambar salah satun korban yang sedang menggunakan handphone. “Menurut Keterangan salah satu warga bahwa awal kejadian tersebut mulanya telihat ada beberapa orang menggunakan ponsel disaat menunggu hujan reda,” ujar warga.

” Sebelum kejadian di saat hujan mulai reda saya melihat beberapa penonton sedang asik bermain handphone, tidak lama kemudian terlihat kilat disusul suara petir yang menggelegar,” ungkapnya

Sekdes Desa Girimukti, Jumhata menjelaskan ” Musibah ini terjadi sekira pukul 16.00
WIB usai menyaksikan acara syukuran Hari Ulang Tahun ke -75 Republik Indonesia disaat warga tengah berteduh menunggu hujan reda,” terangnya.

Semua korban luka berat dan ringan sudah di bawa ke Puskesmas Cilograng sedangkan yang luka berat langsung dirujuk ke RSUD Pelabuhan Ratu,” ungkap Jumahata.

Disampaikan, Kanit Intel Polsek Cilograng, Bripka Senja N Rahman membenarkan bahwa musibah yang diakbitkan oleh sambaran petir ini menewaskan 3 Orang sertai melukai kurang lebih 20 Orang.

”Musibah akibat sambaran petir saat ini yang meninggal dunia 3 orang, luka berat dan luka ringan kurang lebih 20 orang, kebanyakan korban warga setempat,” terangnya.

Bripka Senja N Rahman juga mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak menggunakan ponsel dan menjauhi barang berlogam saat ada petir.

”Saya ingatkan kepada masyarakat agar tidak menggunakan ponsel saat cuaca hujan dan banyak petir sebab komponen-komponen yang ada di dalam ponsel, seperti logam dan kabel, adalah materi penghantar listrik yang berbahaya bila ada petir untuk itu jauhi juga barang yang mengandung logam seperti pagar besi, bangku besi dan logam lain dapat juga berfungsi sebagai konduktor listrik,” pungkasnya.**@Sumantri/Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here