Beranda Mau Tau Proyek 12,3 M PT. WKS Bukan Milik Adik Ipar Bupati Ogan Ilir

Proyek 12,3 M PT. WKS Bukan Milik Adik Ipar Bupati Ogan Ilir

942
0
BERBAGI

OGAN ILIR, Warta Reformasi – Dugaan dari sejumlah narasumber di media terkait proyek peningkatan jalan ruas Pelabuhan Dalam-Inderalaya lanjutan tahun anggaran APBD 2019 berupa pembangunan turap sudah ambrol yang mensiinyalir proyek tersebut milik adik ipar Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam yang bernama Aikom dengan nilai Rp12.393.485.421 yang dikerjakan PT. Wijaya Kita Sarana (WKS) adalah tidak benar, kata Firdaus Kabid Dinas PU PR yang juga PPK kegiatan tersebut.

Menurut Firdaus, pada tahun 2019 lalu Dinas PU PR Ogan Ilir selaku OPD
penguna Jasa melaksanan kontrak pekerjaan dengan PT Wijaya Kita Sarana selaku pemenang Tender dengan nilai Rp 12,3 Milyar untuk pekerjaan peningkatan jalan ruas Pelabuhan Dalam-Inderalaya/Lanjutan, didalam Kontrak dengan PT WKS tersebut yang menanda tangani selaku Direktur/Kuasa Direktur tidak ada yang namanya Aikom, tapi yang tanda tangan kontrak di PT WKS itu saudara (Kr), makanya setelah membaca Berita di salah satu media yang menduga itu milik Aikom mengejutkan dirinya selaku PPK, pihak Dinas PU PR perlu memberikan klarifikasi guna meluruskan informasi yang salah guna menghindari Asumsi buruk,” jelas Firdaus saat dikonfirmasi, kamis (19/3/2020).

Selain itu, tambah Firdaus, terkait Ambrolnya tembok penahan pekerjaan di Desa Sukamerindun-Sarang Elang Kecamatan Pemulutan Barat ini sudah mulai diperbaiki, kita langsung menghubungi pihak Kontraktor PT WKS dan meminta segera untuk diperbaiki karena saat ini masih dalam masa pemeliharaan, secara tehknis fisik pekerjaan sudah sesuai dengan RAB-Gambar maupun Spesifikasi yang tertuang dialam kontrak, terimakasih telah adanya informasi dari warga terkait adanya tembok penahan (Turap) yang ambrol, ‘Sudah segera diperbaiki’, katanya.

Akhir-akhir ini, curah hujan diwilayah Kecamatan Pemulutan sangat tinggi dan lebat, tembok penahan yang roboh itu persis berada di pinggir persawahan dengan dataran rendah, memang rawan , proyeksi ambrol nya proyek tersebut dalam keadaan Kahar ‘force majeure’ , tapi yang paling penting pihak kontraktor segera melakukan perbaikan, agar mobilisasi masyarakat tidak terganggu, saat ini sudah tahap persiapan perbaikan, besok atau lusa kontraktor sudah bekerja memperbaiki,” jelas Firdaus.**@(mdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here