Beranda Hukrim Enam Warga PALI Diduga Jadi Korban Penipuan Perusahaan Jasa Penyalur TKW

Enam Warga PALI Diduga Jadi Korban Penipuan Perusahaan Jasa Penyalur TKW

30
0
BERBAGI

PALI, Warta Reformasi- Berniat mengadu nasib ke luar negeri untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan tujuan Taiwan, lima warga asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikabarkan hidup tak tentu arah di ibukota Jakarta lantaran setelah tiga bulan berada di asrama perusahaan penyalur TKW tidak kunjung berangkat.

Kabar tersebut diungkapkan Usmandani, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI, Senin (7/10).

Dikatakan Usmandani bahwa saat ini pihaknya tengah menuju Jakarta untuk mengecek dan menjemput ke-lima warga asal PALI tersebut.

“Saya diutus pak Bupati untuk langsung menjemput warga PALI yang terlunta-lunta di Jakarta,” ungkap Usmandani.

Dijelaskan Usmandani bahwa dirinya mengetahui ada warga PALI yang diduga tertipu perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dari Kemenaker RI.

“Informasinya malah ada enam orang warga PALI, tetapi yang kami dapat dari data kependudukan baru lima orang, yakni S(21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Y(27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, B(43) warga Panta Dewa, P(21) warga Panta Dewa dan D(33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal,” papar Usmandani.

Dijelaskan Usmandani bahwa dari informasi yang didapat bahwa ke-lima warga PALI itu pada tanggal 20 Juli 2019 mengajukan pindah KTP ke Provinsi Lampung, lalu mengajukan permohonan untuk menjadi TKW ke PT Kurnia Bina Rizki salah satu PJTKI di Jakarta.

“Kabarnya sudah ada dua orang warga PALI di Taiwan yang menjadi TKI, mungkin ke-lima warga PALI itu ingin menyusul rekannya, namun dikelabui pihak PJTKI tersebut. Pada saat mendaftar di PJTKI itu, mereka disuruh pindah KTP ke Lampung. Tetapi setelah masuk asrama PJTKI, hingga tiga bulan belum kunjung ada kabar sampai akhirnya ada Sidak dari Kemenaker RI ke perusahaan tersebut dan menemukan mereka dengan kondisi memprihatinkan dan penuh intimidasi dari pihak PJTKI tersebut,” beber Usmadani.

Ke-lima warga PALI tersebut diutarakan Usmandani sudah diasramakan di Kemenaker RI.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten PALI untuk serah terima ke-lima warga PALI tersebut dan langsung membawa pulang mereka. Dan ini juga bentuk kepedulian pak Bupati yang langsung memerintahkan saya begitu mendapat kabar ini untuk menjemput mereka,” pungkasnya.

Terpisah Wapres IV DPP KSPSI, Subiyanto Saripudin SH, pada media ini melalui jaringan Whatsapp mengatakan, ” ia menyampaikan ucapan terima kasih Kemennaker RI dan jajarannya yang telah merespon cepat permohonan kami (DPP KSPSI -Red), Alhamdulillah ke enam warga PALI yang diduga jadi korban penipuan oleh Perusahaan penyalur tenaga kerja tesebut sudah mendapatkan perlindungan dan bisa kembali ke kampung halamannya,”ujar Subiyanto.**@Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here