Beranda Banten Diduga Lemahnya Pengawasan P3A Sumber Jaya Abaikan UU KIP

Diduga Lemahnya Pengawasan P3A Sumber Jaya Abaikan UU KIP

92
0
BERBAGI

KABUPATEN SERANG, Warta Reformasi- Diduga Lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Proyek pembangunan irigasi P3A Sumber Jaya desa Kamasan kampung bojong bunar kecematan Cinangka kabupaten serang abaikan UU KIP No. 14 tahun 2008, DPD LSM Geger Banten Rangga Angkat bicara, Senin (1/7).

DPD LSM GEGER BANTEN, Rangga pun menyayangkan diduga lemahnya pengawasan dinas terkait,” jika proyek pembangunan irigasi yang dikerjakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) tidak memasang papan Informasi juga abaikan Undang- Undang No. 14 tahun 2008 tentang KIP,” katanya.

Seharusnya pihak P3A memasang papan informasi proyek, ” sehingga publik dapat mengetahui sumber dananya, pengerjaannya juga mengawasi pekerja hingga mutu kwalitasnya.

Hasil Investigasi LSM Geger Banten dilapangan diduga material tidak sesuai rancangan anggaran belanja(RAB) seperti,” semen yang seharusnya merek Colcim justru pakai merek Semen Jakarta yang kwalitas dan harganya dibawahnya, batu, pasir yang bermutu rendah dan dikerjakan secara swaklolah tidak memberdayakan masyarakat sekitar.

Juga di pertegas Ketua LSM Geger Banten,  Amrul SH,  bakal surati instansi terkait,” supaya proyek pembangunan irigasi yang di luncurkan PUPR kabupaten serang tahun 2019 sejumlah 46 titik di kelolah P3A dapat sesuai dengan RAB dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat petani.

Ketua P3A  Sumber Jaya, Ansori ketika di konfirmasi tentang papan informasi, mengatakan dengan gamblang menjawab masih di simpan dan belum di pasang, katanya saat ditemui dikediamannya, Senin (1/7).

Ansori pun terkesan menututup – nutupi pembagunan tersebut ketika di tanya papan anggaran masih di simpan cuma menyebutkan volomenya mencapai 650 meter ketika di tanya tentang material yang dipakai seperti semen merek jakarta yang digunakan bukan Colcim penting SNI,”jelasnya.

LANJUT Ansori bahwa dari dinas pun HENI  minggu lalu pernah meriksa bangunan tersebut tidak ada masalah dari TPM lapangan KASURI pekerjaan mencapai 70 persen yang kerja 24 orang,”jelasnya.

Warga setempat sebut saja IIK selaku petani yang rumahnya dekat dengan pembanguan irigasi, lahan sawah miliknya yang dilalui jalur irigasi ini perna dijanjikan Ketua P3A akan mendapat konvensasi, namun sampai saat ini tak kunjung dibayar.” ia juga menyayangkan para pekerja pembangunan irigasi tidak memberdayakan masyarajat sekitar contonya saya,”kata Iik.**@Inan/Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here