Beranda Sumsel Gedung Sekolah Masih Menumpang, Kepala Sekolah dan Guru Harapkan Bantuan Dari Pemerintah...

Gedung Sekolah Masih Menumpang, Kepala Sekolah dan Guru Harapkan Bantuan Dari Pemerintah Daerah

309
0
BERBAGI

PALI “Warta Reformasi”_ Meskipun sebuah Sekolah yang telah berdiri sejak juli 2015 yang lalu, namun SMP Negeri no 8 Desa Suka damai ini yang terletak tidak jauh dari Kota Kabupaten yakni Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, masih saja menumpang di Sekolah Dasar Negeri no 34, Desa Sukadamai Kecamatan Talang ubi, Kabupaten Pali.

Namun demikian masih menumpang di SD Negeri 34 Desa Sukadamai, setelsh dicek oleh berbagai jurnalis terdapat berbagai banyak sekali kekurangan, kendati demikian kegiatan belajar mengajar di Smp Negeri 8, tetap berjalan sesuai kalender pendidikan, saat ini sekolah tersebut sudah memiliki tiga kelas (kelas 7 ada 26 siswa, kelas 8 ada 20 siswa, kelas 9 ada 17 siswa, dan sekolah ini mempunyai 12 tenaga guru pengajar serta staf tata usaha).

Rasa ingin tau media tentang kebutuhan sekolah saat ditemui diruang kerjanya, rabu (21/2/2018) Kepala sekolah SMP Negeri 8, Desa Suka Damai, Wagiyo, Spd. menuturkan bahwa ” hal itu memang benar akan keluhan tersebut dan Smp negeri 8 sangat membutuhkankan gedung sekolah sendiri.

Seperti yang dikatakan olehnya bahwa sudah beberapa kali mengajukan proposal permohonan tentang bantuan gedung, baik secara lisan maupun berbentuk proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pali, dan proposal yang terakhir diajukan pada oktober 2017 yang lalu, untuk meminta bantuan gedung sekolah, terutama adalah ( tiga ruang belajar, satu ruang guru dan wc), mengingat pada masa penerimaan siswa baru nanti dapat dipastikan sekolah ini kekurangan ruang belajar, tetapi sampai hari ini masih belum ada tanda – tanda akan terealisasi.

Sedangkan sambungnya, lahannya sudah ada, dan sudah lama disiapkan oleh Pemerintah setempat, lahan tersebut terletak di Dusun 3 Tanjung baru yang berjarak tidak jauh dari sekolah yang kami tumpangi saat ini.

Tentunya menjadi pikiran dari akibat ruangan belajar yang masih menumpang ini, maka dari itu kami berharap sekali dengan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dapat mencari solusi agar terealisasi anggaran pembangunan gedung sekolah agar aktivitas bisa berjalan lancar.

Hardi salah satu guru pengajar di SMP Negeri 8, juga menerangkan ” saat ini kebutuhan sangat mendesak yaitu gedung sekolah, ini merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar disekolah.

” Apa lagi untuk tahun 2019 Dinas Pendidikan akan menerapkan program K13 yaitu program penambahan jam belajar siswa, sehingga siswa SD baru selesai belajar jam 13:00, dengan sistem bergantian ini artinya jam belajar di SMP Negeri 8 akan tambah berkurang”.

Di kesempatan yang sama Kepala sekolah SMP Negeri 8, Wagiyo, Spd. juga menambahkan, ” waktu yang paling baik untuk belajar mengajar adalah pagi hari. Hal ini tidak mangkin karena waktu belajar siswa SMP, menunggu siang hari saat siswa SD sudah pulang” .

” Disini 90% tenaga pengajar di sekolahnya, berasal dari Kelurahan Talang ubi, jadi jika harus pulang sekolah jam 18:00 WIB artinya para guru akan tiba dirumah masing-masing jam 19:30, karena letak sekolah yang jauh serta jalan menuju sekolah masih rusak parah.

Masyarakat Desa Suka Damai dan siswa SMP Negeri 8, sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Pali, agar pembangunan gedung sekolah yang baru segera terrealisasi, sehingga siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

Kepala sekolah SMP Negeri 8 berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pali, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, “untuk lebih mendukung dan memprioritaskan SMP Negeri 8, dan segera dibangunkan gedung sekolah yang baru” .

” Pihak sekolah beserta masyarakat setempat akan terus memperjuangkan kepentingan sekolahnya hingga mandapatkan bantuan gedung yang layak bagi siswa dan guru di SMP Negeri 8″, pungkasnya.**@Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here