Beranda Mau Tau Sejak Dua Tahun Jalin Kemitraan dengan USAID-SECO, Perumdam Tirta Tarum Karawang Sudah...

Sejak Dua Tahun Jalin Kemitraan dengan USAID-SECO, Perumdam Tirta Tarum Karawang Sudah Banyak Kemajuan

67
0
BERBAGI

Kabupaten Karawang – Jabar, Warta Reformasi – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tarum Karawang setelah dua tahun menjalin kemitraan dengan USAID (United States Agency For International Develovment) USAID dan SECO (The Swiss State Secretariat for Economic Affairs) sudah banyak kemajuan dan mulai menampakan hasil.

“Berdasarkan evaluasi program peringkatan Efiesiensi Energi (EE) menunjukan konsumsi energy listrik lebih hemat hingga 30 persen dan program penurunan Non Revenue Water (NRW) dapat ditekan hingga 7-8 persen. Hal ini melebihi target USAID-SECO dimana hasil efisiensi 15 persen dan penurunan NRW 5-7,5 persen, disamping itu melalui program capacity building dan technical assistence dari kemitraan tersebut telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai hingga 83 pegawai melalui pendidikan dan latihan secara profesional.

 

Hal tersebut disampaikan Dirut Perumdam Tirta Tarum Karawang, M. Sholeh usai menerima kunjungan kerja Kedutaan Swiss dan Amerika Serikat untuk berkunjung di Kabupaten Karawang,  perwakilan SECO,  Mrs. Andrea Zbinden sebagsi Deputy Head Economic Cooperation and Development SECO dan Mr. William Parente Chief of party USAID IUWASH plus beserta rombongan yang bertempat di Aula Kantor Perumda Tirta Tarum di Jalan Suroto kunto KM 4,5 Adiarsa Timur Kecamatan Karawang Timur Provinsi Jawa Barat, Kamis (11/11/2021).

Menurut Dirut Perumdam Tirta Tarum,  M. Sholeh, sebagaimana diketahui USAID -SECO merupakan badan independen dari pemerintah Amerika Serikat dan Swiss yang bertanggungjawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain didunia dalam mendukung tujuan – tujuan kebijakan luar negerinya,” katanya.

Dikatakannya,  Kali ini dalam rangka mendukung pencapaian target SDG,s (Sustainable Development Goals) ke -6, yaitu penyediaan akses air minum aman dan berkelanjutan hingga tahun 2030. Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan USAID menjalankan program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene atau Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWAS-Plus) program USAID IUWAS PLUS dilaksanakan dari tahun 2016-2021 yang dirancang untuk mendukung peningkatan akses air minum dan layanan sanitasi bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan perkotaan,” jelas M. Sholeh.

Lanjutnya, Kemitraan USAID-SECO merupakan kelanjutan dari MoU yang telah ditandatangani pada 26 Juni 2019 lalu di Jakarta antara Duta Besar Amerika Serikat dan Swiss dengan 7 Pemda /Pemkot PDAM yaitu PDAM Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surkarta sebagai pilot project,” tambahnya.

Dibeberkanya,  Dengan target peningkatan kinerja PDAM baik dalam hal peningkatan efisiensi energy maupun penurunan kebocoran (NRW) maupun peningkatan kapasitas pelatihan, perencanaan operasi, dan pengendalian teknis bagi SDM PDAM. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Technical assistance (TA) maupun Capacity Building (CB) dan Performance Base Grand (PBG).

“Adapun target penurunan NRW sebesar 5-7,5 persen di 6 PDAM dan adanya kenaikan efisiensi energy 15 persen di 4 PDAM terpilih ysitu minimal 120 staf PDAM mendapatkan pengendalian NRW secara baik dan benar juga target 80 staf PDAM mendapatkan pelatihan perencanaan, operasi dan pengendalian efisiensi energy,” tutur M. Sholeh.

Lebih Lanjut, Dirut Perumdam Tirta Tarum menjelaskan, sebelum pendampingan dari USAID -SECO penggunaan energy di Perumdam Tirta Tarum mencapai 17, 36 persen atau senilai Rp. 1,2 — 1,3 miliar dan setelah pendampingan dratis turun menjadi Rp. 192.974.576 perbulan sama dengan 16,08 persen, demikian juga dengan penurunan NRW sebesar 7 — 8 persen pertahun akan diperoleh efisiensi kehilangan air tak berekening yang berdampak pada efisiensi biaya dan kebocoran.

“Beberapa permasalahan kurangnya efisiensi penggunaan energy ini diantaranya adalah pompa air baku dan distribusi sudah melebihi usia tehnis, kapasitas pompa masih lebih besar dari konsumsi, belum menggunakan teknologi inverter, dan belum optimal pemanfaatan kapasitor maupun hal-hal teknis lainnya,” ungkapnya.**@Ropendi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here