Beranda Lampung Bupati Tuba Winarti Bersama Dinkes Gelar Zoom Meeting Komitmen Penurunan Stunting

Bupati Tuba Winarti Bersama Dinkes Gelar Zoom Meeting Komitmen Penurunan Stunting

99
0
BERBAGI

Tulang Bawang-Lampung, Warta reformasi –
Bupati Tulang Bawang (Tuba), Winarti pimpin langsung pelaksanaan rembuk stunting secara virtual zoom. Serta deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tulang Bawang di ruang rapat utama Kantor Bupati diikuti oleh 15 Kecamatan dan 18 Kepala Puskes se-Kabupaten secara virtual, Kamis (20/5/2021).

Pelaksanaan rembuk stunting menghadirkan Nara sumber Imam Mustakim merupakan Ketua Tim laeder RDSB ASR Regional II dirjen Bangda Kemendagri

“Acara meeting Komitmen bersama penurunan stunting tersebut dihadiri oleh Forkopimda Tulang Bawang, Sekdakab Tulang Bawang, Anthoni, Ketua DPRD Tulang Bawang, Sopi’i, Kadis Kesehatan Tulang Bawang, Fatoni, Kadis PPPA Tulang Bawang, Desy Kesuma Yudha, Kadis Ketahanan Pangan Tulang Bawang, Raden Mansus, Kepala Bappedda Tulang Bawang, Dicky Shoerahman, Kadis Pendidikan Tulang Bawang, Restu Irham.

Deklarasi penandatangan komitmen bersama Bergerak Melayani Warga (BMW) konvergensi penurunan stunting di sepakati bermaksud supaya penurunan stunting ditahun ini benar benar dapat dicapai lebih siknifikan. Karena Konvergensi percepatan pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk berupaya mencegah stunting.

Seperti dikatakan Bupati Tulang Bawang, Winarti dalam sambutannya, bahwa penanganan stunting di Tulangbawang berjalan sangat baik pada tahun 2020 angka stunting Tulangbawang 12,79  persen dan dari data terakhir grebek stunting di 15 kecamatan menurun menjadi 8,93 persen, hal ini bahkan melebihi target penurunan angka stunting nasional sebesar 14 persen. Ini capain sangat biak.

Lanjutnya, Kedepan Kabupaten Tulang Bawang menargetkan di tahun 2024 dapat bebas stunting. Melalui 25 Program BMW salah satunya penanganan stunting. Komitmen bersama yang sudah disepakati dan masuk dalam RPJMD dan diperdakan oleh eksekutif dan legislatif. Mari kita secara bersama bergotong royong, mohon doa dan dadukungan dari seluruh elemen masyarakat agar penurunan stunting dikabupaten Tulang Bawang dapat berhasil,” harap Winati.

“Saya berharap untuk kedepanya Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2024 bisa bebas Stunting dan ini bisa kita dilakukan secara bergotong royong tanpa dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat maka kita dapat berhasil menurunkan stunting,” ujar Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Kapala Dinkes Tulang Bawang, Fatoni juga menyampaikan bahwa perlu adanya keseragaman persepsi seluruh pihak yang terkait dengan progran percepatan penurunan stunting ini. Berbicara soal stunting, mengatakan, saat ini masih ada kesan bahwa tugas itu cukup diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja namun tidak demikian tentunya dengan komitmen bersama dan bergotong royong seluruh elemen.

“Cukup Dinas Kesehatan selesailah itu, ini yang kita dengar. Padahal berbicara soal percepatan penurunan stunting, ada 20 indikator yang menjadi tolak ukur dan ini tidak hanya berada pada Dinas Kesehatan, melainkan juga Perangkat Daerah lainnya dan juga masyarakat yang harus selalu menjaga kesehatan sehingga penurunan stunting bisa dicapai,” papar Fatoni.

lanjut Fatoni menyampaikan bahwa, Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting adalah Intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama.

“Ini dilakukan dengan menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting. Penyelenggaraan intevensi, baik gizi spesifik maupun gizi sensitif secara konvergen dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting,” ungkap Fatoni.**@(Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here