Beranda Banten Terbit Banten dan CV Reva Bantu Sembako Kepada TKW Diduga Korban Penyiksaan

Terbit Banten dan CV Reva Bantu Sembako Kepada TKW Diduga Korban Penyiksaan

64
0
BERBAGI

Tangerang, Warta Reformasi – Media TerbitBanten.com, bersama CV Reva berbagi sembako dalam Program Jumat Barokah kepada Tenga Kerja Wanita (TKW) saat bekerja di Arab Saudi diduga korban penyiksaan, warga Mekar Baru, Jumat (10/7/2020).

 

Para kru redaksi mengunjungi rumah Maemanah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban penganiayaan dan penyekapan majikannya saat bekerja di Arab Saudi hingga melarikan diri.

Kondisi warga RT 009/02 Desa/Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang sangat memprihatinkan. “Tulang dua kakinya remuk dan di beberapa bagian tubuhnya masih terdapat luka bekas dugaan penyiksaan.

Penyerahan sembako diwakili oleh salah satu Redaktur InfoTerbit/TerbitBanten, Tabrani mewakili Founder Jaringan Media Terbit Media Sindikasi, Ananta.

“Semoga bantuan sembako yang kami berikan meski ala kadarnya dapat membantu meringankan beban,” ujar Tabrani saat menyerahkan bantuan sembako.

Sembako yang diberikan InfoTerbit/TerbitBanten dan CV Reva terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan, sarden, susu, gula pasir dan masker.

Saat menerima bantuan sembako, wanita berusia 35 tahun yang punya dua anak ini tak kuasa membendung air mata. “Dia menangis haru karena ada pihak-pihak yang peduli terhadap nasibnya.

Maemanah menceritakan, dia menjadi TKW sejak 2019. Namun, selama kerja di rumah majikannya diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan. “Saya dipukuli dan tidak diberi makan oleh majikan. Waktu saya disekap di kamar mandi, hanya minum air kran,” kata Maemanah.

Bukan hanya itu. Maemanah juga tidak pernah digaji selama bekerja. Karena itu, suatu ketika dia mencoba kabur memakai tali lewat jendela rumah majikan.

Tapi karena panjang tali kurang hingga akhirnya dia harus melompat dan membuat kakinya cedera.

Maemanah pun dirawat di rumah sakit selama dua bulan, hingga akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada bulan Juni 2020 yang lalu.

“Setelah sempat terlantar di Bandara Riyadh dan ditampung di KBRI selama delapan bulan, akhirnya saya dipulangkan,” terangnya.

Kini, Maemanah telah kembali ke Indonesia. Kondisi kakinya yang cedera belum pulih benar sehingga untuk berjalan harus memakai tongkat.**@(Oz/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here