Beranda Mau Tau Jangan Terlena, Gugus Tugas Pastikan Karawang Tetap Zona Merah

Jangan Terlena, Gugus Tugas Pastikan Karawang Tetap Zona Merah

235
0
BERBAGI

Karawang-Jabar, Warta Reformasi – Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana, Sp.KK meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan patuh menjalani protokol kesehatan, meski di Kabupaten Karawang sudah 100 persen kesembuhan Covid-19, Minggu (24/5/2020).

Hal itu karena laju penambahan reaktif rapid test, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) terus bertambah setiap harinya. Tak hanya itu, adanya kasus meninggal dunia dari pasien yang reaktif, PDP ataupun ODP juga masih terjadi.

dr. Fitra juga menjelaskan bahwa Kabupaten Karawang masih jadi wilayah zona merah. Dijelaskan dr. Fitra, Karawang masih zona merah karena setiap harinya selalu bertambah ODP, PDP, OTG dan hasil reaktif rapid tes terus terjadi.

Meski belum ada penambahan kasus terkonfirmasi positif, atau hasil positif dari uji swab, Karawang tetap zona merah. “Kabar Karawang sudah keluar dari zona merah itu tidak benar. Karena pusat ataupun provinsi masih menetapkan Karawang zona merah,” kata dr. Fitra

Ia menuturkan, ada 8 indikator penilaian penetapan zona dan keberhasilan dari pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kedelapan indikator itu adalag laju ODP, PDP, kesembuhan, kematian, transmisi, pergerakan, reproduksi (penularan dari satu orang ke orang lain) dan terakhir geografi.

Perlu dicatat, bahwa ada pasien status PDP yang meninggal dunia namun belum sempat di uji swab. Oleh karena itu, sesuai dengan protokol pemakaman, jenazah harus dimakamkan sesuai standar pemakaman Covid-19. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa menahan diri untuk tidak dulu berkumpul dan tetap menggunakan masker.

Untuk update perkembangan Covid-19 di Karawang, saat ini belum ada penambahan pasien positif Corona. Sementara, data pasien reaktif rapid test total 247 orang. Dengan rincian selesai isolasi 194 orang, masih observasi/perawatan 30 orang, dan meninggal dunia 23 orang.

PDP berjumlah 344 orang, 285 orang sudah sembuh, masih dalam pengawasan 34 orang dan meninggal dunia 25 orang. ODP total terdata 4.779 orang, selesai 3.799 orang, masih dalam pemantauan 977 orang dan meninggal dunia 3 orang.

Orang tanpa gejala atau OTG total 781 orang, selesai pemantauan 604 orang dan masih dalam pemantauan 177 orang. “Kita harus benar-benar maksimalkan PSBB tersegmentasi ini untuk menekan laju penularan dan penambahan ODP, PDP ataupun OTG,” tegas dr. Fitra.**@(Ril/Ropendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here