Beranda Mau Tau Oknum Guru SDN 114 Palembang Diduga Jual LKS, Wali Murid Minta Dinas...

Oknum Guru SDN 114 Palembang Diduga Jual LKS, Wali Murid Minta Dinas Pendidikan Bertindak

395
0
BERBAGI

Palembang, Warta Reformasi – SDN 114 Suka Bangun, Kota Palembang kembali jadi sorotan publik. Hal tersebut lantaran adanya dugaan oknum guru yang berani melakukan praktik menjual buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa kelas IV, V dan VI dengan harga bervariasi mulai dari Rp15.000 per buku hingga Rp80.000 per paket buku yang menjadi keluhan orang tua murid.

Terkait pemberitaan yang hingga saat ini ramai menjadi perbincangan disekolah tersebut, Plt Kepala SDN 114 Nirwana. S. Pd. SD mengaku menyesalkan atas dugaan jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa yang dilakukan oleh oknum guru disekolah yang dipimpinnya. Bahkan Nirwana mengaku sudah mengingatkan kepada guru agar masalah keluhan wali murid terkait LKS agar tidak menjadi masalah.

“Rumor yang beredar soal dugaan jual beli LKS itu sebenarnya sudah ada namun hal tersebut diperkuat oleh keluhan wali murid dan adanya pemberitaan dari media,” ujar Nirwana ketika dikonfirmasi Warta Reformasi.

Dijelaskan Nirwana,  diirinya selaku pimpinan disekolah yang mempunyai rasa tanggung jawab kepada anak didik dan orang tua murid sangat menyesalkan dan menyanyang hal ini sampai terjadi.

“Ini juga kritikan buat saya karena kalau tidak begini saya juga tidak menyadari masalah ini akan menjadi ramai, kritikan tersebut kan sifatnya membangun agar menjadi lebih baik kembali untuk kedepannya, apalagi yang mempersoalkan masalah ini wali murid sendiri” paparnya.

“Sebelumnya saya sudah mengingatkan para guru dan sudah membuat surat edaran tentang larangan penjualan buku LKS disekolah, tapi kalau kenyataannya seperti ini jelas penjualan LKS tanpa seizin saya selaku pimpinan disekolah ini, kalaupun ada oknum guru yang terbukti menjual buku LKS seseuai dengan keluhan wali murid, itu jelas tanpa seizin saya dan tanggung jawab oknum guru, saya selaku pimpinan menyanyangkan hal itu bisa terjadi,” katanya.

Sebelumnya, wali murid menyampaikan keluhannya kepada Wartareformasi, karena  mengetahui bahwa praktik jual-beli LKS di sekolah sudah tidak diperbolehkan.

“Saya tidak setuju karena buku LKS sekarang kan sudah tidak boleh dijual di sekolah,” ungkap wali murid yang tidak mau namanya disebut sambil menunjukan harga daftar harga buku LKS, Senin (10/2/2020).

Dirinya menjelaskan, dalam praktik jual-beli buku tersebut, tidak mungkin kalau murid bisa membeli buku LKS kalau tidak ada arahan dari guru dan siswa harus membelinya diluar sekolah yakni dilapangan dekat sekolah, sementara buku akan diberikan kepada siswa dengan mengantri didepan mobil yang membawa paket buku LKS setelah tercatat telah melakukan pembayaran.

Ia menambahkan, anaknya yang harus membeli buku LKS sebesar Rp15 ribu perbuku. Bahkan buku LKS yang sudah dibayar namun hingga saat ini LKS tersebut belum dibagikan ke siswa.

Dengan kejadian tersebut, Wali murid meminta Kepada Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk segera bertindak mengusut praktik jual LKS yang dinilainya merugikan wali murid.

Ketika akan dikonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Palembang, Bahrin. S.Pd. MM sedang tidak berada di ruangan.

“Bapak sedang dinas diluar, kemungkinan hari ini tidak masuk,” ujar stafnya. Senin (10/2/2020).**@ (Ariel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here