Beranda Hukrim Yudi Korban Begal di Depan Kantor Gojek Merasa Takut dan Bingung Untuk...

Yudi Korban Begal di Depan Kantor Gojek Merasa Takut dan Bingung Untuk Memberikan Kesaksian di Persidangan

138
0
BERBAGI

Palembang,  Warta Reformasi – Yudi Firmansyah bin Ramlan (20) yang bekerja sebagai karyawan security PIM adalah seorang korban begal motor beat warna hitam Nopol BG 2174 GAB yang terjadi dijalan basuki rahmat sekitar kantor gojek, Selasa malam (16 /10/2 019) pukul : 02.15 WIB. Takut dan bingung memberikan kesaksian dipersidangan.

Paginya korban langsung lapor kepolsek kemuning, dua hari kemudian tanggal 18 oktober 2019 saya ditelpon polisi polsek kemuning bernama inisial (A). Saya disuruh datang kepolsek kemuning dan langsung diajak ke sel tahanan untuk melihat terduga tersangka yang dituduh begal yaitu Agus S (4 Luka Tembak), Doni H (1 Luka Tembak), M.Sulaiman (Luka Tembak Timbis), Aldo dan Romadhon (Ahoy) yang dituduh begal, Selasa malam Rabu (16/10/2019) pukul: 02.15 WIB.

Pada saat di konfirmasi yudi mengatakan mereka yang tertangkap itu bukan yang membegal saya jelas yudi, tetapi dari kepolisian (A), memaksa saya untuk mengakui bahwa 5 tersangka itu adalah yang membegal saya (Iyolah yudi inilah mereka pelaku begal Kau)

Dalam hal ini (A) menanyakan ke saya bahwa benar enggak 5 orang ini yang begal sembari menanyakan kesalah satu tersangka Agus S (4 Luka Tembak) saat ditanya Agus S diam, kata (A) bicara sama saya didepan Agus S Kau inilah yang begal di kantor gojek sambil (A) Memukul Agus S pakai buku untuk mengakui,” jelasnya. Saya berpikir kasus ini antara saya sama agus s tidak Ada titik temunya, perasaan saya mengatakan AS bukan pelakunya.

Lebih Jauh yudi mengatakan yang begal saya, pada Selasa malam Rabu pukul 02.15 WIB. suasana lampu redup pelakunya memakai topi dan masker masih tanggung-tanggung kayak saya adapun pelaku postur tubuhnya kecil-kecil tingginya seperti saya kurang lebih 165 Cm, sedangkan yang tertangkap ukuran tubuhnya tinggi-tinggi apalagi Agus S, Doni H dan M.Sulaiman, Aldo,dan Ramadhon (ahoy) saya menerima saja sebagai korban dan saya sempat bicara dengan (A) Polisi tidak didepan tersangka kemudian saya diajak keluar dari sel tahanan polsek kemuning (A) mengatakan benar yudi itulah begal kau, saya ini bingung dengan permasalahan cerita ini apakah dibuat-buat oleh polisi apa bagaimana dan apakah salah tangkap. adapun saya telah ikhlas motor saya pun sudah di asuransikan dan saya lepas tangan saya tidak memikirkan lagi masalah ini.Adapun Ciri-ciri yang membegal saya tidak seperti mereka,”jelasnya.

Kemudian saya ditelpon oleh (A) polisi polsek kemuning nanti yudi ada orang tiga yang akan disidangkan nanti korbannya ikut yaitu kamu ujar (A) adapun (A) menyuruh saya pada saat dipersidangan nanti ketika menjawab jawab saja ” iya, iya dan iya”.

“Saya bingung harus bagaimana saya pun tidak melawan pada saat ditelpon (A) tetapi aku berpikir pada saat nanti di persidangan untuk mengatakan ” Iya,iya dan iya”, seandainya saya bicara tidak pada saat Persidangan nanti saya tidak enak sama pak (A) terkesan saya tidak percaya dengan kepolisian karena saya sudah melapor.Adapun filling dan pemikiran saya mereka itu bukan pelakunya.aku pikir-pikir motor saya sudah hilang dan tidak ketemu juga.

Ketika di polsek kemuning pun saya dipaksa (A) untuk mengakui bahwa 5 tersangka ini orang yang membegal saya.setelah keluar dari polsek kemuning saya diajarkan untuk mengakui pada saat menjadi saksi di Persidangan M Sulaiman (17) salah satu tersangka yang masih anak-anak, masih sekolah kelas 2 STM Swasta di palembang, bahwa 5 tersangka itu lah yang membegal saya dan saya diajarkan oleh polisi (A) ketika bersaksi di pengadilan supaya bilang Iya, iya dan iya ketika ditanya pada saat akan hadir dipersidangan, sehingga korban bingung untuk hadir pada saat Persidangan M Sulaiman dan ragu memberikan kesaksian di Persidangan yang dianggap sikorban M.Sulaiman belum tentu tersangka yang begal saya tegas yudi.

Pada saat sidang nanti saya mau bilang iya atau tidak, atau Kah saya tidak usah datang karena saya bingung. sedangkan filling saya terkesan diduga banyaknya rekayasa apa dibuat-buat oleh polisi apa bagaimana dalam kasus ini. seandainya nanti pada saat Persidangan saya mengakui tidak bahwa tersangka bukan yang begal saya bahaya enggak untuk saya dikemudian hari.

“saya nanti ketika di Persidangan okelah saya aman, tetapi ketika diluar siapa yang menjamin keselamatan saya (saya takut). menurut saya mereka bukan pelakunya dalam kasus ini yang mana ibu saya bilang jadi bagaimana yudi kalau seandainya kamu bicara tidak pada saat persidangan nanti terkesan kamu tidak percaya pada institusi kepolisian. seandainya saya bicara iya pada saat persidangan mereka ini bukan pelakunya.**@(TIM MI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here