Beranda Hukrim PWI Desak Polisi Usut Dugaan Kasus Pengeroyokan Wartawan

PWI Desak Polisi Usut Dugaan Kasus Pengeroyokan Wartawan

210
0
BERBAGI

PALEMBANG, Warta Reformasi- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mendesak aparat Kepolisian mengusut Dugaan kasus pengeroyokan yang di alami tiga wartawan media cetak dan online yang bertugas di Bumi Bende Seguguk,pada  Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

“Nah,ini adalah insiden buruk dan ancaman serius bagi profesi wartawan dan kebebasan pers jika aparat penegak hukum seperti Polisi tidak menindak tegas para pelaku pengeroyokan dan mengusut tuntas dugaan keterlibatan Kepala Desa Celikah,” ungkap Ketua PWI OKU Selatan, Richan Joe kepada wartawan, pada Minggu (31/3/2019).

Selain mengecam keras peristiwa pengeroyokan tiga wartawan oleh oknum warga tersebut, PWI OKU Selatan juga meminta Dewan Pers dan PWI Pusat serta PWI Provinsi Sumsel mendesak Kapolri maupun Kapolda Sumsel untuk melakukan tindakan hukum yang nyata dan segera tuntaskan kasus penganiayaan ini.

“Penyidik dapat menerapkan pasal berlapis dalam kasus ini, yakni penganiayaan dan pengeroyokan berdasarkan KUHPidana serta Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ungkapnya.

Pihak PWI OKU Selatan juga meminta agar seluruh media maupun seluruh organisasi kewartawan lainnya juga menunjukkan solidaritasnya.

“Ya,terlepas apapun media teman-teman, yang bernaung  dalam organisasi apapun juga baik itu PWI, AJI, IWO, IJTI  atau apapun tolong tunjukkan solidaritas teman-teman Ini merupakan tamparan keras dan penghinaan terhadap profesi kita, ujian bagi kebersamaan kita. Jika kita hanya berdiam diri maka kejadian sama akan selalu berulang dan bisa jadi suatu saat menimpa dirimu,” tegasnya.

Seperti diketahui, tiga orang wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikeroyok massa saat melakukan tugas peliputan pada kegiatan rapat di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, pada Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Rapat ini membahas sanksi adat bagi dua warga setempat yang kepergok selingkuh pada Rabu (27/3/2019) dini hari pukul 02.00 di kediaman wanitanya.

Beruntung, ketiga wartawan media cetak dan online di Bumi Bende Seguguk ini masing-masing bernama Mat Bodok (40), Sanfriawan (43) dan Wahid Aryanto (35) ini berhasil kabur dari kepungan warga yang hadir dalam rapat tersebut. Walaupun sempat melarikan diri, namun ketiganya mengalami luka memar di bagian kepala dan robek di bagian bibir akibat pukulan massa yang diduga telah bersekongkol karena kasus yang memalukan itu akan di ekspos media. (Jun/Ril- Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here