Beranda Advertorial Silaturahmi Paguyuban Urang Banten Taufik : Suasana Kebantenan “Tidak Boleh” Rusak Akibat...

Silaturahmi Paguyuban Urang Banten Taufik : Suasana Kebantenan “Tidak Boleh” Rusak Akibat Politik

267
0
BERBAGI

Tangerang “Warta Reformasi”_ Dinamika politik di Banten terus dinamis. Pasca Pilkada Gubernur, banyak tokoh Banten yang memiliki pendapat dan tokoh yang berbeda dan menimbulkan gesekan politis.
” Saya menyadari bahwa akibat dari adanya pemilu. Baik itu persaingan perorangan maupun kepentingan partai. Lantas terjadi semacam kerenggangan antara tokoh-tokoh itu. Sesudah proses politik itu selesai. Saya tidak mau itu terjadi, okelah ada proses politik itu, oleh sebab itu saya tetap ingin Susana Kebantenan itu tetap terjaga,” kata Taufiequrachman Ruki, Selasa (29/5) saat acara buka puasa bersama di Jalan Islamic Raya, Lippo Karawaci, Kab Tangerang.

Banten sendiri dikatakan Taufik, warganya yang dikenal Egaliter. Artinya, orang Banten tidak pernah membedakan dia keturunan apa, dari mana, dan derajat apa. ” Ciri-ciri orang Banten itu apa yah. Tidak banyak melihat status seseorang, contoh dengan panggilan KI kepada seseorang, itu menunjukkan sebagai sodara. Meski kita tidak ada hubungan darah,” ujar Taufik.

Taufik mengaku, pertemuan hari pertemuan di rumah H Iyus mantan ketua Kadin ini merupakan pertemuan tokoh lintas, baik itu tokoh agama, partai politik, tokoh masyarakat dan berbagai latar belakang.
” Pertemuan ini merupakan kopi darat. Dari grup WAG orang Banten. Saya ingin, hari ini menjadikan pemikiran dan akan mampu mengisi pembangunan, keinginan dan kesenjangan yang ada di perkumpulan orang Banten ini,” aku mantan ketua KPK ini.

Taufik menambahkan, masyarakat Banten butuh sebuah identitas yang datang dijadikan rujukan sejarah bagi masyarakat. Pesatnya pembangunan di daerah Banten di katakan Taufik, sudah sangat baik. Meskipun demikian, ia mengaku belum puas atas capaian itu. ” Kita belom butuh goest house di Banten. Yang masyarakat Banten butuhkan pembangunan infrastruktur, salah satunya musium,” akunya.

Sementara itu H. Iyus Y. Suptandar, BBA mengatakan, Banten masih memerlukan sumber daya manusia (SDM) siap bersaing. Ia mencontohkan, dengan banyaknya orang dari luar Banten di perusahaan dan pemerintahan yang masuk ke Banten. Masing kekurangan SDM yang handal. ” SDM di kita masih banyak kekurangan yah. Harus banyak praktik, dan karya nyata,” aku Iyus.

Iyus mengakui, sudah banyak kemajuan Banten saat ini yang berhasil di bangun. ” Mungkin, kalau kita masih bergabung dengan Jawa barat, tidak akan ada pembangunan di wilayah selatan Banten, dan juga beberapa wilayah lainnya,” aku pengusaha Banten ini.
Banten merupakan salah satu daerah yang lahir dari Jawa Barat. Namun, hingga saat ini, Banten belom memiliki simbol Kebantenan. ” aku Iyus.**@Haris Ranau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here