Beranda Mau Tau Ngetam” Padi Gogo di Karya Mulya, Walikota Prabumulih Dukung Ketahanan Pangan

Ngetam” Padi Gogo di Karya Mulya, Walikota Prabumulih Dukung Ketahanan Pangan

109
0
BERBAGI

Kota Prabumulih, Wartareformasi.com – H. Arlan turun langsung memanen (Ngetam) padi gogo di Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, tepatnya di wilayah Unit 9, Sabtu (14/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di kota itu menjadi simbol dukungan nyata terhadap pertanian tradisional sekaligus penguatan ekonomi masyarakat desa.

Arlan memanen padi menggunakan alat sederhana bernama peranti atau tuai, alat tradisional untuk memotong batang padi.

Ia juga membawa behunang, wadah penyimpanan sementara hasil panen, yang menambah nuansa kearifan lokal dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kita panen padi gogo, selain panen ini untuk mendukung ketahanan pangan, juga mengingatkan memori dulu saat cak dulu bertani,” sebut Arlan usai panen.

Kepala Desa Karya Mulya, Miril Firacha, bersama perangkat desa dan sejumlah kepala dinas turut mendampingi panen raya itu. Suasana berlangsung akrab dan penuh semangat gotong royong antara pemerintah dan warga.

Disela kegiatan, Arlan mengenang masa lalu ketika masyarakat mengelola lahan dengan cara tradisional. Ia menyebut metode tanam tugal yakni menanam benih dengan melubangi tanah secara manual masih relevan diterapkan karena ramah lingkungan dan menjaga kesuburan tanah.

Sekitar 70 hektare lebih lahan di wilayah tersebut sebelumnya ditanami padi gogo dengan sistem tugal. Kini, hasilnya mulai dinikmati masyarakat melalui panen simbolis yang digelar bersama pemerintah kota.

Arlan berharap panen ini mampu membantu perekonomian warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan beras rumah tangga. Ia juga mendorong agar masyarakat terus mengembangkan pertanian berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Kepala Desa Karya Mulya, Miril Firacha menegaskan bahwa program padi gogo menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap program ketahanan pangan nasional.

Ia ingin masyarakat pedesaan terus merawat tradisi bertani tempo dulu yang tidak merusak alam dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

“Panen ini merupakan bentuk dukungan pemerintah desa dalam program ketahanan pangan nasional, kami harap program ini terus dilanjutkan” harapnya kepasa Pemerintah Daerah.**@sitoh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here