Beranda Mau Tau Perkuat Ekonomi Kawasan Transmigrasi PALI, Tim Patriot UNDIP Serahkan Peta Jalan Pengembangan...

Perkuat Ekonomi Kawasan Transmigrasi PALI, Tim Patriot UNDIP Serahkan Peta Jalan Pengembangan Komoditas Unggulan

4095
0
BERBAGI

Kabupaten PALI, Wartareformasi.com – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi menyerahkan hasil riset lapangan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan diseminasi ini berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kabupaten PALI, Kamis (4/12/2025).

Hadir mewakili Bupati PALI, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dra. Yenni Nopriani, M.Si., menyambut baik inisiatif akademisi ini. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI, Ir.H. Endang Silparensi, MT, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pertanian, PUTR, Bappeda, Dinas Koperasi UKM, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPS, hingga Dinas Perhubungan.

Agenda utama kegiatan meliputi penyerahan laporan akhir riset, penyerahan cenderamata, pemaparan hasil kajian dari tiga tim peneliti, serta sesi diskusi interaktif.

Dalam paparan teknisnya, Ketua Tim UNDIP, Dr. Dian Safitri, S.P., M.Si., menyoroti pendekatan penelitian pada sektor komoditas unggulan. Berdasarkan analisis tim, Kabupaten PALI memiliki potensi yang sangat kuat pada subsektor perkebunan.

“Kabupaten PALI memiliki basis perekonomian lokal yang kuat pada komoditas karet dan kelapa sawit. Hal ini didukung oleh nilai Location Quotient (LQ) yang lebih dari 1, serta tingkat produksi yang cukup tinggi di beberapa kecamatan,” ujar Dian.

Namun, Dian juga memberikan catatan strategis terkait ketahanan pangan. Ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Tanah Abang dan Penukal memiliki peluang penguatan pada subsektor pertanian tanaman pangan.

“Meski nilai LQ subsektor pertanian di dua kecamatan ini masih kurang dari 1, terdapat ruang pengembangan yang strategis. Dengan pengelolaan tepat, wilayah ini berpotensi besar menopang ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat PALI,” tambahnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan membahas isu-isu teknis di lapangan. Salah satu sorotan utama adalah tantangan budidaya di lahan dengan karakteristik tanah masam, seperti di wilayah Tempirai Selatan.

Menanggapi kekhawatiran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi terkait kendala air dan kesesuaian lahan untuk sawit maupun padi, Tim UNDIP memberikan solusi berbasis data uji tanah.

Tim peneliti menjelaskan bahwa wilayah Tempirai Selatan memang memiliki tanah dengan pH rendah (masam) sekitar 3-3,8. Sebagai solusi, Tim UNDIP merekomendasikan perbaikan sistem irigasi sirkulasi untuk mencegah genangan banjir, serta penggunaan varietas padi khusus yang adaptif terhadap lahan masam dengan dukungan pengapuran (dolomit).

Selain aspek agronomis, isu konektivitas juga menjadi perhatian serius. Perwakilan Dinas Perhubungan dan Disnakertrans PALI sepakat bahwa pengadaan transportasi lokal sangat krusial untuk menghubungkan sentra produksi desa dengan pasar luar, serta mendukung akses pendidikan bagi anak-anak transmigran.

Di sisi kelembagaan, tim riset juga mencontohkan keberhasilan Desa Suka Maju yang telah memiliki KUD aktif dalam memfasilitasi lelang karet dan simpan pinjam. Model kelembagaan ini direkomendasikan untuk direplikasi ke desa-desa transmigrasi lain (OVOP) guna meningkatkan nilai tawar petani.

Hasil kajian komprehensif ini disusun berdasarkan peta jalan Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi. Dokumen ini diharapkan menjadi landasan strategi dalam membangun unit usaha yang layak, sekaligus memperkuat daya saing kawasan transmigrasi PALI melalui produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan pasar yang jelas.**@Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here