Beranda Banten Jojorong Makanan Khas Banten Pecahkan Rekor MURI

Jojorong Makanan Khas Banten Pecahkan Rekor MURI

465
0
BERBAGI

Kabupaten Serang, Wartareformasi.com – Salah satu makanan tradisional Banten, Jojorong mendapat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam acara Karya Kreatif Banten (KKB) 2022 yang diselenggarakan Pemprov Banten bersama Bank Indonesia Perwakilan Banten di Summarecon Mall Serpong, Jumat (20-22 Mei 2022).

Sebanyak 1.800 Jojorong dan tinggi 2 meter dalam bentuk replika menara Banten.
Expo KKB 2022 menyunguhkan Bincang Kuliner Banten dengan tema “Kuliner Banten Ngeunah” yang menghadirkan narasumber Ncess Nabati, tokoh nasional Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin, dan President Pastry Chef Rahmat Kusnedi.

Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa wisata kuliner di Banten masih kurang tersorot padahal memiliki potensi yang sangat besar seperti Kue Jojorong dan Kue Asia Raya. Juga disampaikan bahwah kue Jojorong adalah ceilan favorite Wakil Presiden Ma’aruf Amin,” katanya.

Selanjutnya, Chef Rahmat Kusnedi juga menyampaikan harapannya bahwa jajanan tradisional di seluruh Indonesia nantinya dapat diangkat kembali sehingga digemari dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Pemecahan rekor untuk Jojorong itu langsung disaksikan oleh pihak MURI dan masyarakat di kegiatan Expo Karya Kreatif Banten 2022,” harapnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Imaddudin Sahabat mengatakan, pemecahan record melalui makanan khas Banten yaitu Jojorong, yaitu sebagai langkah mengenalkan kepada publik bahwasannya ada makanan khas Banten yang lezat untuk dinikmati.

“Tujuaan dari pemecahan Rekor Muri ini yaitu untuk mengenalkan makanan khas Banten ke publik. Jadi ternyata banyak makanan khas Banten yang bisa menjadi oleh-oleh nantinya. Sehingga ini korelasinya bisa menumbuhkan perekonomian di Provinsi Banten,” katanya.

Sementara itu, Ruhiyat salah satu pengrajin Jojorong mengungkapkan, pembuatan Jojorong untuk memecahkan rekor itu diproses selama 8 jam.

“Sekira 1.800 Jojorong ini dibuat oleh 4 orang pengrajin, Untuk lamanya proses pembuatan sekitar 8 jam. 4 jam untuk membuat tapir (wadah) dan dilanjut pada pukul 02.00 untuk membuat adonan jojorong, dan sampai di lokasi pemecahan rekor Muri pada pukul 09.00,” ujarnya.**@Sumber: Banten News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here